SimpulRakyat.co.id, Makassar – Manajemen PSM Makassar akhirnya angkat bicara terkait polemik tunggakan gaji pemain dan pelatih yang mencuat ke publik. Manajer PSM, Muhammad Nur Fajri, mengakui masih ada keterlambatan pembayaran kepada staf dan pemain.

“Di pemain hanya terlambat satu bulan,” ujar Fajri, Jumat (3/10/2025).

Meski demikian, Fajri tidak merinci besaran tunggakan tersebut, termasuk klaim gaji lima bulan yang sebelumnya diungkapkan mantan pelatih PSM, Bernardo Tavares.

Tavares secara resmi mengumumkan perpisahannya dengan PSM melalui unggahan di Instagram pada Rabu malam (1/10). Dalam pernyataannya, pelatih asal Portugal itu menyebut tunggakan gaji sebagai alasan utama pengunduran dirinya.

“Alasannya adalah persoalan pembayaran gaji. Situasi ini saya hadapi sepanjang tiga setengah tahun melatih, tapi kini sudah tidak bisa lagi dipertahankan,” tulis Tavares.

Ia menegaskan, keputusan mundur diambil saat jeda internasional agar klub memiliki waktu mencari pelatih baru sebelum Liga 1 kembali bergulir pada 19 Oktober mendatang.

Hingga kini, pihak manajemen PSM belum memberi keterangan resmi mengenai klaim tunggakan lima bulan yang disampaikan Tavares maupun alasan di balik kepergiannya.

Dalam unggahan panjangnya, Tavares menyampaikan terima kasih sekaligus kesedihan meninggalkan klub yang disebutnya sebagai klub tertua di Indonesia dengan sejarah hampir 110 tahun.

Ia mengaku musim lalu sempat diyakinkan manajemen soal stabilitas finansial klub untuk musim 2025/2026. Demi janji itu, Tavares bahkan menolak beberapa tawaran dari klub lain. Namun, persoalan finansial tetap membayangi.

“Meski penuh keterbatasan, kami tetap berhasil membangun tim kompetitif yang kini bernilai tinggi di Transfermarkt,” tulis pelatih berusia 44 tahun itu.

Tavares juga mengingatkan capaian PSM dalam tiga tahun terakhir: menjuarai Liga Indonesia 2022/2023 setelah penantian 23 tahun, melaju ke final Piala AFC Zona ASEAN 2022/2023, mencatat 10 poin di fase grup Piala AFC 2023/2024, hingga menembus semifinal ASEAN Club Championship 2024/2025.

“Selama tiga tahun terakhir, PSM adalah klub Indonesia dengan penampilan internasional terbaik, meski selalu bermain di luar Sulawesi,” katanya.

Kepergian Tavares disebut menjadi pukulan berat bagi Juku Eja. Selain mengantar klub ke panggung domestik dan internasional, ia juga dinilai berjasa dalam memoles sejumlah pemain muda hingga berkontribusi ke tim nasional.

“Saya pergi dengan rasa sakit, tetapi juga dengan kebanggaan. PSM Makassar akan selalu ada di hati saya,” ujar Tavares.

Respons atas mundurnya Tavares juga datang dari mantan manajer PSM, Munafri Arifuddin. Meski tak lagi terlibat dalam manajemen, Appi, sapaan akrabnya, berharap persoalan gaji dapat segera diselesaikan.

“Saya berharap mudah-mudahan dia masih bisa bertahan di PSM,” katanya.

Menurut Appi, Tavares berperan besar dalam membangkitkan semangat Yuran Fernandes dan kawan-kawan meski dengan segala keterbatasan klub.

Beberapa tahun terakhir, PSM memang menghadapi tantangan berat, bukan hanya dalam aspek teknis di lapangan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas finansial dan kepercayaan para pemain.

Kehilangan Tavares membuat manajemen dituntut segera mencari pelatih pengganti. Lebih dari itu, persoalan tunggakan gaji harus segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah baru di tengah padatnya jadwal kompetisi Liga 1.