SimpulRakyat.co.id, Papua – Launching rangkaian kegiatan menyongsong Ulang Tahun Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) ke-98 pada 26 Juni 2022 mendatang, diawali dengan pelepasan balon gas ke udara oleh Selfiana Pattipeluhu Fun, SE selaku Ketua WKRI Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua.

“Sembilan puluh delapan tahun bukan waktu yang singkat bagi organisasi wanita yang didirikan tepat tanggal 26 Juni 1926, oleh pendiri Raden Ajeng Maria Soelastri Soejadi Sastradiningrat Darmaseputra,Th. Soebirah Hrdjosoebroto dan C. Moerdatmodjo,“ demikian Selfiana Pattipeluhu Fun, mengawali sesi wawancara dengan jurnalis di depan Gereja Santa Maria sebagai pusat paroki induk, Rabu (1/6/2022).

Pancasila Sejak Dahulu Dimaknai Para Pendiri WKRI

Bertepatan dengan peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni, Selfiana Pattipeluhu menjelaskan, “Jiwa dan Semangat para pendiri organisasi perempuan Katolik sebelum kemerdekaan diraih, telah memupuk semangat berbangsa dan bernegara Indonesia 100 persen dan keimanan katolik 100 persen bagi seluruh Wanita Katolik Republik Indonesia.”

“Di hadapan BPUPKI proklamator berpidato pada tanggal 1 Juni 1945, bahwa Pancasila adalah Dasar Negara Indonesia dan sampai saat ini bahkan sampai kapanpun Pancasila menjadi landasan formal. Wanita Katolik Republik Indonesia berdiri sebelum kemerdekaan. Namun melalui intuisi para pendiri, lima sila yang menjadi dasar filosofis berdirinya bangsa Indonesia telah lama digerakkan perempuan katolik dengan dukungan pastor Van Driesche, SJ dan Mrg. Soegijopranoto, SJ yang merupakan Pahlawan Nasional Katolik pertama,“ tandas Selfiana.

Berbagai Kegiatan Menyongsong Tanggal 26 Juni 2022

Didampingi room Seno, SCJ setelah pelepasan balon ke udara, Selfiana Pattipeluhu mengatakan, berbagai kegiatan WKRI paroki Santa Maria Kabupaten Biak Numfor, di antaranya launching tanggal 1 Juni dilanjutkan dengan jalan santai, senam dan kegiatan doorprice bagi seluruh peserta, kegiatan seminar dengan tema “PERAN Santa Ana dan Bunda Maria dalam Wadah Wanita Katolik Republik Indonesia” oleh Sr. Maria Katrin, FCH., S. Pd, kegiatan Vaksin Boster III dengan kordinator dr. Lina, kunjungan kasih bagi kaum lansia WKRI, lomba hymne Wanita Katolik Republik Indonesia yang diikuti oleh WKRI ranting dan lomba merangkai bunga.

Perbedaan Adalah Anugerah

Mengusung tema “Perbedaan adalah Anugrah: Mari Menyatukan Hati Dalam Kebersamaan Membangun Negeri” pada HUT Wanita Katolik Republik Indonesia ke 98. Menurut Selfiana Pattippeluhu ini merupakan tema yang sangat relevan dalam konteks Ke-Indonesiaan kita sekarang. Manusia multi etnis adalah sebuah anugerah sekaligus menjadi sebuah tantangan bagi WKRI. Pluralitas anak bangsa, baik suku, agama, ras dan lain-lain tidak jarang dijadikan pertentangan tak berkesudahan dalam memecah-belah kesatuan dan persatuan bangsa.

Selfiana Pattipeluhu menegaskan, “Perbedaan adalah Anugerah” yang wajib disyukuri oleh seluruh komponen anak bangsa tak terkecuali. Perbedaan tidak harus dijadikan dikotomi. WKRI adalah wadah di mana nilai-nilai Pancasila diwujudkan dalam keberagaman estetika sebagai anugerah Tuhan bagi manusia Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Pemaknaan substansial seorang wanita Katolik dalam identitasnya bukan pada faktor hal-hal subjektif melainkan objektifitas yang adalah kualitas seorang wanita yang Katolik dalam perwujudan nilai-nilai kekatolikan, kehidupan berbangsa dan bernegara seperti telah menjadi semangat para pendiri organisasi.

Diketahui, Wanita Katolik Republik Indonesia merupakan organisasi wanita tertua yang berdiri sebelum Indonesia menjadi Negara. Namun semangat pendirinya memiliki visi yang visioner bagi eksistensi sebuah negara sebagaimana adanya kini. Selfiana Pattipeluhu menekankan, rangkaian kegiatan menyongsong puncak acara tanggal 26 Juni 22 adalah perwujudan semangat para pendiri organisasi Wanita Katolik dalam keberagaman berbangsa dan bernegara bukan pada kuantitas melainkan kualitas hidup dalam keberagaman.

Penulis: Paulus Laratmase/Marcel Kalkoy
Editor: Sukma Paramita