SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Peristiwa dugaan teror yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/03/2021) menjadi sebuah alarm nyata bagi masyarakat dan terkhusus kepada aparat kepolisian serta instansi yang terkait untuk menangkal secara dini bahaya terorisme dan radikalisme dengan adanya insiden tersebut

Formatur Ketua Umum HMI Cabang Pangkep, Ahmad Amiruddin mengungkapkan bahwa peristiwa bom bunuh diri di Makassar merupakan peristiwa yang menciderai rasa kemanusiaan dan dengan tegas mengecam tindakan tersebut.

“Secara tegas kami mengecam keras aksi teror dan segala bentuk manifestasinya, atas nama kemanusiaan, tindakan bom bunuh diri menciderai rasa kemanusiaan dan tindakan ini juga tidak sesuai dengan konteks Islam yang senantiasa menyebarkan kedamaian, apalagi tindakan ini terjadi ditengah upaya negara untuk bahu-membahu mengatasi pandemi Covid-19,” ungkap pria yang akrab disapa Amir, Rabu (31/3).

Lanjut Amir, ini adalah ‘alarm’ yang kesekian kalinya untuk terus merajut persatuan dan terus memelihara kerukunan antar semua generasi penerus bangsa.

“Harapan besar juga diharapkan kepada aparat keamanan dan otoritas terkait untuk terus menerus memerangi terorisme dan radikalisme sebagai upaya untuk terus menjaga prinsip perdamaian,” ujarnya.

Ketua HMI Pangkep ini juga berharap agar kejadian tersebut masyarakat tidak ada yang terprovokasi.

“Kami juga mengharapkan agar tidak ada yang terprovokasi dengan aksi ini, mari dukung aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus ini, secara khusus kami juga turut mengucapkan belasungkawa bagi korban-korban dan juga keluarga atas peristiwa yang terjadi, semoga senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran,” pungkas dia.