SimpulRakyat.co.id, Merauke – Sejak Rabu, 17 Februari 2021 Gereja Katolik sedunia memulai Masa Tobat atau Masa Puasa. Masa Puasa ini dijalani umat Katolik sedunia selama 40 hari. Masa Tobat diawali dengan Misa Penerimaan Abu atau lebih dikenal sebagai Rabu Abu hingga Jumat Agung. Selama 40 hari ini Gereja mengajak umat nya untuk memurnikan diri dengan doa, memperbanyak amal dan puasa.

“Masa puasa atau masa prapaskah yang kita jalani selama 40 hari ini merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri kita, menyadari segala kesalahan dan dosa kita sehari-hari dan mau untuk berubah menjadi lebih baik lagi supaya kita dapat menyambut Paskah dengan hati penuh syukur,” kata Pastor Randy usai mempersembahkan Misa Rabu Abu di Gereja Stasi Kerahiman Ilahi Mangga Dua Paroki Santa Maria Fatima Kelapa Lima Merauke, Rabu (17/02/2021) lalu.

Suasana Misa Rabu Abu di Gereja Katolik Kerahiman Ilahi Mangga Dua Merauke.

Dikatakan pula bahwa untuk dapat memperbaiki kualitas hidup maka kita dituntut untuk berpuasa dan berpantang

“Perubahan itu kita lakukan dengan cara berpuasa dan pantang. Dengan berpuasa kita berani untuk menolak, menahan diri dari segala godaan, cobaan dalam hidup kita. Selain itu kita dilatih untuk menguasai diri, menguasai lidah kita dan menguasai hawa nafsu kita, pikiran kita agar hidup kita menghasilkan buah-buah yang baik dalam kehidupan keluarga, lingkungan dan masyarakat kita,” ujar Pastor Randy yang juga bertugas di Seminari Pastor Bonus Keuskupan Agung Merauke ini.

Semoga kita dapat menciptakan suasana rukun dan damai, tertib dalam hidup bersama anggota keluarga yang lain serta dalam hidup bermasyarakat.

Semoga Masa Puasa atau Masa Prapaskah ini membawa rahmat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat kita.