SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pangkep dr Hj Hartiny Djafar memimpin penandatanganan perjanjian kinerja Tahun Anggaran 2020 di Ruang Aula Kantor DPPKB Pangkep, Pangkajene, Rabu (29/01/2020) kemarin.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, staf dan penyuluh KB se-Kabupaten Pangkep.

Perjanjian Kinerja ini merupakan wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanat untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, tranparansi dan kinerja aparatur.

Selain itu, perjanjian ini juga merupakan amanat reformasi birokrasi, sekaligus melaksanakan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Hj Hartiny mengatakan, diharapkan pada pelaksanaan perjanjian kinerja untuk dimonitoring setiap bulan, melalui mekanisme rapat bulanan antara manajemen DPPKB dan penyuluh KB membahas tentang membahas capaian, strategi pencapaian, pelaksanaan kegiatan dan alokasi serta realisasi anggaran, sehingga dapat diketahui sejauh mana perkembangan pencapaian kinerja setiap bidang di lingkungan DPPKB Pangkep dalam rangka mendukung pencapaian program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

“Saya juga berharap setiap bidang dalam DPPKB bisa menyiapkan dan membuat laporan kegiatan per bulan secara tepat waktu dan kepada penyuluh KB untuk bisa segera memasukkan laporan pendataan secara akurat dan meningkatkan beberapa program seperti TRIBINA, Kampung KB untuk melahirkan inovasi – inovasi untuk meningkatkan Usaha Keluarga,” ungkap Kadis DPPKB.

Sementara itu, Sekretaris DPPKB Pangkep Hj Herlina menjelaskan bahwa mengacu pada hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Pemerintah (SKAP) tahun 2019, diketahui terdapat capaian, yaitu:

  1. Presentase pencapaian peserta KB (PB) yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka panjang (MKJP) mencapai 1.303 (130.0%) dari target KKP sebesar 1.002,
  2. Persentase Pencapaian Peserta Aktif (PA) yg menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang sejumlah 5.123 ( 105.78%) dari target PA MKJP 2019 4.843,
  3. Angka Drop out mencapai -109.17 yang menandakan tidak ada DO penggunaan Kontrasepsi untuk tahun 2019.

Akan tetapi, jelas Hj Herlina, masih terdapat beberapa hal yang perlu menjadi fokus, yaitu pencapaian peserta KB baru yang akan menjadi Peserta KB baru (PPM-PB) 49.110 (62.04%), ini belum mencapai 100% jumlah PUS, Kegiatan TRIBINA dan Kampung KB yang juga masih jauh dari target yang ditetapkan.

Kepala DPPKB Pangkep dr Hartiny juga menerangkan, DPPKB Pangkep fokus pada beberapa program dan kegiatan prioritas yang jelas dalam perencanaan, sehingga dapat fokus membelanjakan anggaran.

“Kegiatan prioritas harus tepat sasaran dan akuntabel terhadap masyarakat. Untuk itu, dengan pagu anggaran yang diberikan saya harapkan dapat memacu kinerja agar kita dapat bekerja lebih keras, lebih cerdas, lebih tertib dan dapat meningkatkan penilaian akuntabilitas kinerja DPPKB,” ungkap dr Hartiny. | Anwar Bro