SimpulRakyat.co.id, Malifut Halmahera Utara – Ratusan warga desa Tahane kecamatan Malifut, Sabtu (03/08) siang tadi, melakukan aksi menghalangi akses kendaraan yang melewati desa mereka dengan cara melakukan pemblokiran.
Aksi ini bagian dari rasa prihatin mereka, atas tewasnya salah satu warga desa Tahane, Gamaria W Kumala alias Kiki 16 Juli lalu dengan cara diperkosa dan dibunuh oleh seorang pria yang teridentifikasi bernama Ronald.
“Kami meminta, agar pelaku pembunuhan yang bernam Ronald, untuk dijatuhkan hukuman mati,” ujar Susanto Ahmad, Koordinator Lapangan massa aksi.
Mewakili pendemo, Susanto juga meminta, pihak Kepolisan Daerah (Polda) Maluku Utara, mengambil alih kasus kematian akibat pembunuhan ini.
“Mendesak Polda Malut untuk mengambil alih kasus pembunuhan kiki kumala”, pinta warga.
Yang sama, Kepala Desa Tahane, Rafit U Basarun menyampaikan kekesalannya. “Saya hadir disini untuk menyamapaikan kepada suluruh masyarakat Halmahera Utara bahwa hari ini, sudah tidak ada lagi rasa, bahwa jalan ini kita punya semua yang dibuat dengan anggaran APBN. Perlu diketahui, ini langkah yang kami buat agar Polres Halmahera Utara dan DPRD di sini, agar turun dan sampaikan kepada Polda Maluku Utara, guna mengkomunikasikan perihal tuntutan kami yakni, Ronal harus dihukum mati,” pinta kepala desa dengan tegas.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Halmahera Utara, AKBP Yuyun Arief Kus Handriatmo, SIK. M.Si yang memantau langsung aksi ini, kepada warga mengatakan, pihaknya sudah bekerja sesuai proses perundang-undangan, yaitu telah melakukan penyilidikan.
Selain itu, Yuyun berjanji, akan mengawal kasus tersebut, sampai tuntas. Karena menurut dia, dirinya sudah mendapatkan instruksi dari pimpinannya, guna menangani kasus ini secara serius dan maksimal
“Saya sebagai Kapolres Halut dan korban, merupakan warga Halut. Saya berjanji, akan terus mengawal kasus ini sampai selesai. Kami sudah mendapatkan instruksi dari Kapolda, agar kasus ini ditangani secara serius dan maksimal,” janji Yuyun.
Sekadar diketahui, aksi pemblokiran jalan, juga sempat mengganggu, kendaraan yang berangkat mapun masuk (dari Tobelo menuju Sovivi, begitu juga sebaliknya).
Mereview kembali, Gamaria W Kumala alias Kiki awalnya berencana, akan mengikuti seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 di Unkhair Ternate.
Pihak keluarga mengaku, kehilangan kontak dengan korban, pada 16 Juli lalu. Usut punya usut, Gamaria W Kumala alias Kiki ternyata menjadi korban pemerkosaan, lalu kemudian dibunuh.
Sementara itu, jenazahnya baru ditemukan 2 hari kemudian, pada tanggal 18 Juli di dusun Lokulamo desa Waibulen kecamatan Weda.
Reporter: Reynold


Tinggalkan Balasan