SimpulRakyat.coid, Luwu Utara – Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya terus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan antara jajaran BPP DOB Provinsi Luwu Raya dan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Luwu Utara, Kota Masamba, Minggu (7/6/2026).

Rombongan BPP DOB yang dipimpin Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Hasbi Syamsu Ali, diterima langsung oleh Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya, termasuk sejumlah tahapan strategis dan persyaratan administratif yang harus dipenuhi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hasbi mengatakan BPP DOB terus membangun komunikasi dengan seluruh pemerintah daerah yang akan menjadi bagian dari cakupan wilayah Provinsi Luwu Raya.

Menurut dia, dukungan pemerintah daerah menjadi unsur penting dalam pemenuhan persyaratan pembentukan daerah otonom baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“BPP DOB terus membangun komunikasi intensif dengan seluruh pemerintah daerah di kawasan Luwu Raya. Kami ingin memastikan bahwa perjuangan ini berjalan dengan semangat kebersamaan dan kesepahaman yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hasbi.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas sejumlah dokumen administratif yang menjadi persyaratan pembentukan daerah otonom baru, termasuk Surat Keputusan Persetujuan Kabupaten Luwu Utara sebagai bagian dari cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya serta Berita Acara Persetujuan Bersama Cakupan Wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan BPP DOB Provinsi Luwu Raya.

Menurutnya, perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi hingga masyarakat luas.

“Perjuangan ini membutuhkan kebersamaan dan kesamaan langkah seluruh komponen masyarakat Luwu Raya agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai koridor yang ditetapkan,” kata Andi Abdullah Rahim.

Ia menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat terus diperjuangkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh pendidikan, akademisi, pengurus Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR), dan pengurus BPP DOB Provinsi Luwu Raya.

Di antaranya Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UMI sekaligus Ketua Pembina Yayasan Tociung Luwu, Mansyur Ramly, Rektor Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Annas Boceng, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Selain menjadi forum koordinasi, pertemuan itu juga menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan unsur masyarakat sipil yang selama ini aktif mengawal perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan jamuan makan malam bersama yang menyajikan kapurung, kuliner khas Tana Luwu, sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolektif masyarakat dalam melanjutkan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. (**)