SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (UNHAS) melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep menggelar penyuluhan pengolahan hasil tangkapan laut, garam dan ekowisata yang berlangsung di Kampung Pesisir Katojoa, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep, Sabtu (29/5).

Pada pembukaan acara tersebut, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) mengaku merasa sedang reunian bersama para dosen yang hadir. Diketahui sebelumnya, MYL adalah salah satu mahasiswa lulusan dari Fakultas Perikanan dan Kelautan UNHAS.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau saat membuka kegiatan ini mengatakan, mengapresiasi  penyuluhan tersebut.

“Penyuluhan yang seprti ini sangat bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sini,” ungkap Yusran.

Pada kesempatan ini, MYL berharap sektor perikanan yang ada di Pangkep semakin menonjol.

“Seperti kita ketahui (sektor perikanan) ini adalah icon kita, bagai mana upaya kita bisa menarik perhatian masyarakat luar untuk datang ke Pangkep menikmati hasil olahan dari sumber daya alam (SDA) di sektor perikanan dan kelautan. Selain daerah kita yang kaya akan sumber alam, juga sangat berpeluang besar sebagai tempat pariwisata bagi para pelancong mancanegara,” harap dia.

MYL juga mengatakan, kegiatan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan besar saya masyarakatku mau betul-betul mengikuti kegiatan ini dan menimba ilmu yang akan diberikan dosen-dosen fakultas ilmu kelautan dan perikanan karena tidak semua orang bisa mendapatkan ilmu seperti ini secara cuma-cuma,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator penyuluh kegiatan tersebut, Marwa Nompo menjelaskan, 53 orang mengikuti kegiatan ini.

“Penyuluhan ini kami laksanakan agar para pelaku usaha perikan dan para nelayan bisa memaksimalkan hasil yang ada,” kata Marwa Nompo.

Lanjut dikatakan, Pangkep salah satu kiblat sektor perikanan terbesar di Sulawesi Selatan yang didukung oleh letak topografi, sehingga memiliki prospek yang baik di sektor perikanan.

“Bukan mustahil (sektor perikanan) akan menjadi icon, apalagi dibawah kepemimpinan bapak bupati millenial,” ujarnya.

Dikatakan pula, penyuluhan ini diharapkan hasil tangkapan nelayan nantinya yang diolah bisa menghasilkan nilai jual dan tampilan kemasan lebih baik, seperti rumput laut yang diolah lebih lanjut menjadi manisan, sirup dodol dan proses pengalengan ikan.

Salah seorang warga pesisir pelaku ekonomi di sektor perikanan, Ansar mengatakan bahwa manfaat kegiatan ini sangat membantu mereka dari segi ekonomi.

“Ilmu yang kami dapat secara gratis tak lain dari bantuan komunikasi yang baik dari pemerintah. Kami upayakan terapkan dalam mengais rezeki di masa pandemi Covid-19 karena kami selama ini sangat merasakan dampak dari wabah Covid-19 yang melanda, tentunya dari segi ekonomi bagi masyarakat seperti kami sangat merasakannya,” pungkas Ansar.

Hadir dalam acara ini, Prof Ir Budimawan, Prof Ambo Tuo, Camat Labbakkang dan masyarakat selaku peserta penyuluhan tersebut.