SimpulRakyat.co.id, Makassar – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan terpilih, Suwardi Thahir, menjadikan pembenahan administrasi keanggotaan sebagai salah satu prioritas awal kepengurusannya. Fokus utama yang disorot adalah banyaknya Kartu Tanda Anggota (KTA) PWI yang kedaluwarsa sehingga menyebabkan sejumlah wartawan kehilangan status keanggotaan.

Persoalan tersebut mencuat dalam diskusi yang digelar bersama sejumlah jurnalis dan tokoh pers di Kantor PWI Sulsel, Makassar, Kamis (18/6/2026).

Dalam forum itu, sejumlah jurnalis dari TVRI dan RRI mengungkapkan status keanggotaannya tidak lagi aktif karena tidak memperpanjang KTA dalam masa tenggang yang ditentukan, meskipun sebagian besar telah mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Utama.

“Ini adalah tantangan yang harus segera diselesaikan. Banyak rekan wartawan yang kehilangan status keanggotaan karena kurangnya informasi mengenai mekanisme perpanjangan KTA. Padahal kompetensi mereka telah dibuktikan melalui UKW,” kata Suwardi.

Menurut Suwardi, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi aturan organisasi agar anggota memahami prosedur dan kewajiban administrasi yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI, anggota yang tidak memperpanjang KTA lebih dari satu tahun setelah masa berlakunya berakhir dapat dinyatakan kehilangan status keanggotaan.

Selain itu, aturan organisasi juga mengatur sejumlah ketentuan lain yang berkaitan dengan status anggota sebagaimana tercantum dalam PD/PRT PWI.

Suwardi menegaskan bahwa kepengurusan yang akan dipimpinnya berkomitmen membenahi tata kelola administrasi organisasi sekaligus meningkatkan pelayanan kepada anggota.

“Kami ingin memastikan administrasi organisasi berjalan dengan baik sekaligus memberikan pemahaman yang memadai kepada anggota mengenai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, sosialisasi mengenai mekanisme keanggotaan dan perpanjangan KTA akan diperkuat agar kasus serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Diskusi tersebut turut dihadiri sejumlah jurnalis senior dan tokoh pers Sulawesi Selatan. Selain membahas persoalan keanggotaan, pertemuan juga dimanfaatkan untuk membicarakan konsolidasi organisasi serta persiapan penyusunan struktur kepengurusan baru PWI Sulsel.

Para peserta berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Suwardi Thahir mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan pelayanan kepada anggota, dan memperkuat peran PWI sebagai organisasi profesi wartawan di Sulawesi Selatan. (James)