SimpulRakyat.co.id, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) melaksanakan serah terima fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo.

Serah terima ini merupakan bagian dari program kolaborasi pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui penguatan usaha berbasis potensi wilayah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Rahimullah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kasmaruddin, Sekretaris Pokja Zulkarnaim, Camat Bajo Barat Imran Salang, perwakilan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat setempat.

Serah terima ini menandai dimulainya pengelolaan fasilitas pengolahan nilam oleh koperasi masyarakat, setelah sebelumnya dibangun dan disiapkan secara bertahap sejak 2023.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha nilam yang dirancang untuk dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelembagaan koperasi.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Teknik Tambang MDA Mustafa Ibrahim mengatakan, MDA tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha secara menyeluruh.

“Kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha, mulai dari pendampingan petani di tingkat budidaya, penguatan koperasi sebagai pengelola, hingga penyiapan pengelolaan hasil agar produksi berjalan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah,” kata Mustafa.

Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, serta unit ketel penyulingan. Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan nilai tambah hasil nilam masyarakat.

Operasional fasilitas akan dikelola oleh koperasi dengan dukungan pendampingan agar kegiatan berjalan stabil dan terkelola dengan baik.

Pada Tahap I program yang berlangsung pada 2023–2025, MDA memfokuskan kegiatan pada pembentukan dan penguatan Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat.

Koperasi tersebut telah memiliki legalitas dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah program.

Pengurus koperasi juga mendapatkan pendampingan dasar terkait pengelolaan organisasi, keuangan, dan perencanaan usaha, serta dipersiapkan sebagai pengelola utama fasilitas pengolahan nilam.

Di tingkat hulu, petani nilam diberikan pembelajaran mengenai pengembangan demplot dan penerapan Good Agricultural Practice (GAP) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.

Sementara di tahap hilir, hasil produksi telah memiliki pembeli dan akses pasar yang jelas, sehingga kegiatan usaha berjalan dalam satu rantai yang terintegrasi.

Melalui pengembangan usaha nilam berbasis koperasi, masyarakat tidak hanya berperan sebagai penerima program, tetapi juga sebagai pelaku usaha.

Kepala Desa Bonelemo Baso menilai pendekatan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat.

“Yang kami lihat, bukan hanya ada fasilitas yang dibangun, tetapi juga ada pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam memiliki jalur pengolahan dan pasar yang jelas,” ujar Baso.

Dengan dilaksanakannya serah terima ini, pengelolaan usaha nilam oleh koperasi akan berlanjut pada Tahap II Program Pengembangan Nilam yang direncanakan mulai 2026.

Tahap berikutnya akan diarahkan pada penguatan pengelolaan usaha koperasi, peningkatan kapasitas petani dalam budidaya dan pascapanen, serta pengembangan nursery dan demplot lanjutan.