Makassar,Simpulrakyat.co.id – Aksi unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Makassar oleh pedagang pasar Pabaeng baeng, Senin (12/1/2026), berujung ricuh.
Sebelumnya, Wali kota Makassar Munafri Arifufdin bersama Wawali kota Makassar Aliyah Mustika Ilham turun langsung menenangkan massa. Setelah situasi mulai kondusif Wali kota bersama Wawali meninggalkan lokasi.

Namun situasi kembali memanas dan terjadi aksi saling lempar batu dan botol bekas minuman mineral,
Kericuhan diduga dipicu tindakan salah seorang oknum pegawai Pemerintah Kota Makassar yang melempar batu ke arah massa aksi dari halaman kantor.
Peristiwa tersebut dikuatkan dengan rekaman video amatir berdurasi 30 detik yang diperoleh di lokasi kejadian.
Dalam rekaman video itu terlihat seorang berseragam ASN mengambil batu lalu melemparkan ke arah pendemo yang berada di luar pagar Balai Kota.
Tak lama setelah itu, massa membalas dengan melemparkan batu ke arah halaman kantor.
Situasi pun memanas dan sempat memicu ketegangan antara pendemo dan aparat pengamanan yang berjaga di sekitar lokasi.
Belakangan diketahui, aksi pelemparan tersebut diduga dilakukan oleh salah seorang pejabat struktural Kesbangpol kota Makassar berinisial Hae.
Setelah dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, HR mengakui aksi tersebut dilakukan olehnya lantaran membalas lemparan pendemo,
“Saya di lempar saya balas lemparan mereka. Dia lempar saya jadi saya balas” singkat Hae kepada Wartawan, Senin (13/1/2026).
Terpisah, menanggapi tindakan ASN yang membalas lemparan massa pendemo salah seorang Tokoh masyarakat, H Sulaiman, menyebutkan bahwa aksi tersebut dapat berdampak buruk terhadap wajah pemerintah kota Makassar yang nota bene sedang membangun citra positif di tengah masyarakat,
“Sangat disayangkan, apalagi diketahui yang melakukan pelemparan merupakan pejabat publik Kesbangpol. Seharusnya bertindak untuk merelai dan memberikan solusi, bukan malah memperkeruh keadaan. Apalagi kejadiannya setelah pak wali turun langsung menenangkan massa.” ucapnya.
Dia menilai jawaban ASN yang disampaikan ke Wartawan tersebut juga bernada emosi yang meluap sehingga terkesan tidak etis dilontarkan apalagi bagi seorang pejabat eselon 3 (BiMa)


Tinggalkan Balasan