SimpulRakyat.co.id, Luwu – Upaya penanganan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dijalankan PT Masmindo Dwi Area (MDA) menunjukkan hasil signifikan di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu.

Angka stunting di wilayah tersebut berhasil ditekan dari 19 persen menjadi 5 persen per Desember 2025.

Capaian itu terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) Program PMT MDA yang digelar di wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan tersebut dihadiri delapan kepala desa dan bidan desa dari wilayah sasaran program, yakni Desa To’barru, Kadundung, Rante Balla, Boneposi, Tolajuk, Ulu Salu, Pajang, dan Tabang. Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu turut hadir sebagai mitra pelaksanaan program kesehatan masyarakat.

Selain penurunan angka stunting, program ini juga berdampak pada perbaikan status gizi balita. Sejumlah anak yang sebelumnya masuk kategori gizi buruk kini telah keluar dari kondisi tersebut, khususnya di Desa Ulu Salu dan Desa To’barru.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan Program PMT merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasional.

“Program PMT ini kami jalankan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak. Bagi kami, keberlanjutan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar,” kata Mustafa.

Dia menambahkan, MDA akan terus mendorong pendekatan kolaboratif dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa agar program kesehatan yang dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami percaya, program kesehatan akan memberikan hasil optimal jika dilaksanakan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, Alimuddin, mengapresiasi peran aktif MDA dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan dan penanganan stunting.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara perusahaan, pemerintah daerah, dan pemerintah desa. Kami berharap program kesehatan seperti ini dapat terus dilanjutkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Alimuddin.

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak dini, penanganan kesehatan anak secara berkelanjutan, serta penguatan sinergi lintas sektor untuk menjaga capaian yang telah diraih.

Dalam kesempatan yang sama, para kepala desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi MDA dalam pelaksanaan Program PMT. Program tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap peningkatan status gizi anak serta penguatan layanan kesehatan di desa-desa sasaran.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, MDA memberikan apresiasi kepada dua anak yang berhasil keluar dari kategori gizi kurang, serta kepada bidan desa yang aktif melakukan pemantauan dan pelaporan rutin kondisi kesehatan anak di wilayah masing-masing.

Selain Program PMT, MDA juga menjalankan program pengobatan gratis yang hingga kini telah menjangkau 12 desa di Kecamatan Latimojong, mulai dari Desa Rante Balla hingga Desa Pangi sebagai desa terluar.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, MDA berharap dapat terus berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.