SimpulRakyat.co.id, Enrekang – Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Faisal Syahrul, meninjau langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 1 Enrekang dan SMK Negeri 4 Enrekang, Sulawesi Selatan, Senin (3/11/2025).

Kunjungan ini bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan TKA secara nasional di berbagai satuan pendidikan.

Dalam peninjauan tersebut, Faisal meninjau kesiapan teknis, sarana prasarana, serta jalannya pelaksanaan TKA di lapangan. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang telah memastikan kegiatan berlangsung tertib dan tanpa hambatan.

“Sehari sebelum pelaksanaan TKA, kami telah melakukan pengecekan ke SMA 1 Enrekang dan alhamdulillah semua siap. Gladibersih berjalan lancar, dan hingga hari pertama pelaksanaan ini semuanya relatif tanpa kendala,” ujar Faisal di sela kunjungan.

Faisal juga mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat para siswa di SMA Negeri 1 Enrekang. Menurutnya, hampir seluruh peserta hadir dan aktif mengikuti ujian tanpa kendala berarti.

“Antusiasme siswa di SMA 1 Enrekang sangat tinggi. Dari 265 siswa, sebanyak 261 orang mengikuti TKA, atau sekitar 99 persen. Ini menunjukkan semangat yang luar biasa,” ujarnya.

Pelaksanaan TKA di sekolah tersebut terbagi dalam tiga sesi, dengan 20–25 siswa di setiap ruangan. Suasana ujian berlangsung tertib dan kondusif; para peserta tampak fokus hingga akhir sesi.

Lebih jauh, Faisal menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA bukan sekadar sarana penilaian kemampuan siswa, tetapi juga menjadi dasar evaluasi bagi sekolah dan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Kami berharap hasil TKA dapat menjadi bahan evaluasi bagi satuan pendidikan dan pengambil kebijakan. Dari sini bisa dilihat mata pelajaran mana yang sudah mencapai target dan mana yang masih perlu ditingkatkan,” kata Faisal.

“Selain itu, TKA juga bisa menjadi motivasi bagi para siswa untuk belajar lebih baik,” tambahnya.

Kepala SMA Negeri 1 Enrekang, Daharuddin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia menilai pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan tertib karena para siswa memahami pentingnya ujian ini sebagai bentuk evaluasi diri menjelang kelulusan.

“Hari ini pelaksanaan TKA di sekolah kami berjalan dengan baik. Antusiasme siswa luar biasa karena mereka tahu TKA ini menjadi bekal menuju perguruan tinggi dan dunia kerja,” tutur Daharuddin.

Salah satu peserta TKA, Orafeti Fatima, siswi kelas XII Kemerdekaan 1 SMA Negeri 1 Enrekang, mengaku sempat merasa cemas di awal ujian. Namun, ia menganggap TKA sebagai pengalaman berharga untuk mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya.

“Awalnya saya kurang percaya diri karena belum tahu sejauh mana kemampuan saya. Tapi lewat TKA ini, saya bisa tahu di mana letak kesulitan saya, terutama di matematika. Terima kasih untuk para guru yang sudah membimbing kami dengan sabar,” ucap Orafeti.

Selain di Enrekang, pelaksanaan TKA juga digelar di berbagai sekolah di Sulawesi Selatan, termasuk SMA Negeri 1 Maros. Kepala sekolah, Takbir, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk membentuk kesiapan personal siswa menjelang ujian.

“Untuk kelas XII, kami fokus memberi tambahan materi dan pelatihan soal agar anak-anak terbiasa dengan pola pertanyaan TKA. Kami juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menggelar try out selama dua hingga tiga bulan terakhir,” ungkap Takbir.

Guru SMAN 1 Maros, Sriyanti, menambahkan bahwa nilai TKA memiliki makna strategis bagi masa depan siswa, baik dalam penilaian akademik maupun dunia kerja.

“Kami sampaikan ke anak-anak bahwa hasil TKA bukan hanya untuk nilai rapor, tapi juga bisa menjadi acuan di dunia kerja. Jadi mereka sadar betul bahwa ini penting untuk masa depan mereka,” pungkasnya.