SimpulRakyat.co.id, Yogyakarta – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti malam ramah tamah keluarga besar Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Makassar angkatan 1982 yang digelar di Hotel Liberta Malioboro, Yogyakarta, Jumat (5/9/2025) kemarin.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian Temu Nasional (Tenas) IV IKA SMANSA Makassar yang berlangsung di Kota Pelajar.
Sekitar 200 alumni dari berbagai kota di Indonesia hadir dalam hajatan bernuansa kekeluargaan tersebut. Acara dibuka dengan sambutan dari Dewan Pakar IKA SMANSA 82, Azhary Sirajuddin, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi para alumni dalam menyukseskan Tenas IV.
“Sejak Tenas pertama hingga yang keempat ini, kita patut bersyukur dan berbangga hati karena alumni SMANSA 82 selalu tercatat sebagai peserta terbanyak. Momen seperti ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja,” ujar Azhary dalam keterangan tertulisnya ke Simpul Rakyat, Minggu (7/9).
Sebagai bentuk penghargaan terhadap panitia pemberangkatan, Azhary juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras mereka selama setahun terakhir. Panitia berhasil memberangkatkan 267 alumni SMANSA 82 ke Yogyakarta, mulai dari proses registrasi hingga penggalangan dana.
Suasana semakin meriah ketika Azhary menyumbangkan suara emasnya dengan melantunkan sejumlah lagu berirama gembira. Para alumni pun larut dalam nostalgia, bergoyang di depan panggung dan bernyanyi bersama.
Malam ramah tamah itu juga dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun empat alumni SMANSA 82: Fifi Mangitung, James Wehantouw, Nadir Dg Mangemba, dan Agus Syarif. Lagu ulang tahun dari grup musik Jamrud dinyanyikan bersama, menciptakan momen penuh kehangatan dan kebersamaan.
Sebelum acara puncak, para alumni menikmati santap malam bersama dengan hidangan khas Yogyakarta. Hadir pula sejumlah pengurus teras IKA SMANSA 82, di antaranya Asriawan Umar, Kamaluddin, Muniruddin, Rahman Djamil, Muh. Islamsyah Razak, Supriadi Rahman, Syarifuddin Kulawu, dan Umar Arsal.
Tenas IV IKA SMANSA Makassar bukan hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga simbol kekuatan silaturahmi lintas generasi. Di tengah dinamika kehidupan, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku SMA tetap hidup dan menginspirasi. (James)


Tinggalkan Balasan