SimpulRakyat.co.id, Makassar – Keluarga besar Ikatan Alumni SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar angkatan 1982 menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Baruga Siamaseang Al Ghazali, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Senin (22/9/2025) malam.

Sekitar 200 alumni bersama undangan hadir dalam acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Perayaan ini diprakarsai dan disponsori oleh pemilik Baruga Siamaseang Al Ghazali, Asriawan Umar, bersama Igel Idayanti, bekerja sama dengan Bidang Kerohanian IKA SMANSA 82 yang diketuai Hj Nurbaya. Acara diawali pembacaan ayat-ayat suci Al Quran oleh duet qari Daniah Boer dan Miftahul Jannah.

Ketua Dewan Pembina IKA SMANSA 82, Azhary Sirajuddin, mewakili Ketua Umum IKA SMANSA 82 Zainal Arifin Paliwang yang berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi atas antusiasme alumni menghadiri perayaan ini.

“Setelah Temu Nasional IV di Yogyakarta beberapa waktu lalu, hajatan kali ini kembali menjadi momen untuk menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan. Ini patut disyukuri karena di usia rata-rata 62–63 tahun, kita masih diberi kesempatan untuk saling bertemu,” ujarnya.

Direktur Utama PT Ciptaniaga Makmur Abadi itu juga mengajak alumni untuk memetik hikmah dari perayaan Maulid.

“Di usia yang terus bertambah, kita masih bisa merasakan kebahagiaan karena sering bertemu dan menjaga silaturahmi,” katanya.

Sebelumnya, Asriawan Umar selaku pelaksana hajatan menyampaikan terima kasih kepada para alumni yang hadir.

“Baruga ini memang kami siapkan bukan hanya untuk pesta pernikahan, tapi juga kegiatan keagamaan dan silaturahmi seperti ini,” tandasnya.

Acara dilanjutkan dengan tausiah hikmah Maulid yang dibawakan Ustaz Habib Alwi bin Muhammad Bafaqi, imam Masjid Assaid (Masjid Arab Makassar), doa bersama, serta santap malam.

Suasana semakin semarak ketika perayaan Maulid diselingi perayaan ulang tahun ke-63 Asriawan Umar. Lagu ulang tahun dinyanyikan bersama para alumni saat istrinya, Igel Idayanti, membawa kue besar dengan lilin menyala. Asriawan meniup lilin, berjabat tangan, dan mencium kening sang istri sebagai penutup prosesi sederhana namun penuh kehangatan itu.