SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Suasana Gedung Joang ’45 Menteng, Jakarta Pusat, bergemuruh saat Dewan Pimpinan Pusat Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) resmi dilantik untuk periode 2025–2030, Sabtu (13/9/2025).

Acara bersejarah ini menjadi magnet perhatian publik, akademisi, hingga tokoh politik nasional, menandai babak baru konsolidasi relawan dalam mengawal demokrasi dan pembangunan bangsa.

Sejumlah tokoh strategis nasional turut hadir, di antaranya Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan Ricky HS Tamba, serta Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep.

Kehadiran mereka mempertegas bahwa kolaborasi antara relawan dan pemerintah bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata memperkuat partisipasi sipil.

Ketua Panitia Pelantikan, Dr Ir Affandy Agusman Aris, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting dalam perjalanan organisasi.

“Bara JP hadir sebagai wadah perjuangan relawan yang berkomitmen mengawal pembangunan nasional, memperkuat partisipasi masyarakat sipil, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang lebih adil, maju, dan berdaya saing,” ujar Affandy di hadapan ratusan undangan.

Meski persiapan berlangsung dalam waktu singkat dan sempat tertunda, panitia berhasil menghadirkan acara berkelas nasional—menjadi bukti militansi relawan yang solid dan profesional.

Affandy meyakini bahwa kepemimpinan visioner Weliam Frans Hansanai, ditopang pengurus pusat yang solid, akan membawa Bara JP menjadi kekuatan moral dan sosial yang menjaga arah perubahan bangsa.

“Momentum ini adalah awal pengabdian yang lebih kuat. Dengan kepemimpinan yang visioner dan dukungan penuh seluruh pengurus, Bara JP akan semakin berperan mengawal agenda perubahan Indonesia ke depan,” tegasnya.

Pelantikan juga diwarnai dengan doa lintas agama, sambutan akademisi, dan kehadiran media nasional. Nuansa kebangsaan yang inklusif menjadi penanda bahwa Bara JP tak hanya bergerak di ranah relawan, tetapi juga menjembatani jalur akademis dan sosial kebangsaan. (James)