SimpulRakyat.co.id, Makassar – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar pelatihan bagi calon penguji Uji Kompetensi Pendidik Profesi Guru (UKPPPG) 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berlangsung di Hotel Four Points, Makassar, Sabtu (19/7/2025) kemarin.

Pelatihan diikuti 165 peserta yang terdiri atas 82 guru dari jenjang SD hingga SMA, serta 83 dosen dari lingkungan Unismuh. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme penguji PPG sesuai dengan standar nasional.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Abdul Rakhim Nanda, menyatakan bahwa peningkatan kualitas penguji merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mencetak guru-guru profesional.

“Kualitas penguji sangat menentukan mutu lulusan PPG. Oleh karena itu, pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem sertifikasi guru,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Turut hadir dalam pembukaan acara, Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor III Dr KH Mawardi Pewangi, Wakil Rektor IV Dr Burhanuddin, serta Dekan FKIP Unismuh, Dr Baharullah.

Ketua Prodi PPG Unismuh, Dr Andi Paida, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan etika dan tanggung jawab sebagai penguji.

Dia juga menyebutkan bahwa sebagian peserta pernah memiliki Nomor Registrasi Penguji yang sempat tidak aktif, dan kini akan kembali diaktifkan setelah peserta dinyatakan lulus dalam pelatihan.

“Pelatihan ini sangat penting untuk menyegarkan kembali pemahaman para penguji terhadap mekanisme penilaian UKPPPG,” kata Andi Paida.

Selama pelatihan, peserta mengikuti sesi praktik penilaian dan diskusi interaktif. Kegiatan berlangsung dinamis dan mendapat sambutan positif dari peserta.

Unismuh Makassar pada tahun ini juga mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan PPG Guru Tertentu Tahap 1 dengan total kuota 2.448 mahasiswa. Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi yang terbanyak dengan 1.264 peserta, disusul Bahasa Inggris (429), Bahasa Indonesia (307), Pendidikan Pancasila (165), Sosiologi (165), Matematika (66), dan Fisika (52).