SimpulRakyat.co.id, Luwu – PT Masmindo Dwi Area (MDA), perusahaan tambang emas pemegang konsesi Proyek Awak Mas, melakukan audiensi resmi perdana dengan Bupati dan Wakil Bupati Luwu periode 2024–2029, H Patahudding dan Muh Dhevy Bijak Pawindu, di Kantor Bupati Luwu, baru-baru ini.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Luwu, guna mendukung percepatan realisasi proyek tambang yang ditargetkan mulai produksi pada Agustus 2026.
Dalam audiensi tersebut, jajaran pimpinan MDA memaparkan perkembangan terbaru Proyek Awak Mas, termasuk penyelesaian sejumlah perizinan utama, program pemberdayaan masyarakat, pengamanan lahan, serta rencana pembangunan infrastruktur tambang yang akan segera dimulai.
Hadir dari pihak MDA antara lain Direktur Legal & Corporate Services Erlangga Gaffar dan Direktur Finance Tammam Jannata, bersama jajaran manajemen perusahaan. Sementara dari unsur pemerintah daerah, audiensi turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Kapolres Luwu, pimpinan DPRD Kabupaten Luwu, serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi dan membangun kolaborasi yang solid. Kami percaya bahwa melalui keterbukaan dan koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, Proyek Awak Mas bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Luwu,” ujar Erlangga Gaffar dalam keterangannya.
Selain capaian, MDA juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan, seperti klaim kepemilikan lahan serta keberadaan makam di dalam wilayah konsesi tambang.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Luwu H Patahudding menyampaikan dukungan penuh terhadap percepatan operasional proyek, namun juga menekankan pentingnya kontribusi konkret perusahaan terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendorong komunikasi terbuka dan koordinasi yang intensif antara MDA dan pemerintah daerah. Kami ingin kehadiran Proyek Awak Mas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, maupun infrastruktur,” tegas Patahudding.
Proyek Awak Mas merupakan proyek tambang emas strategis yang dijalankan oleh MDA bersama dua mitra utamanya, PT Petrosea Tbk dan PT Macmahon Indonesia, serta sejumlah mitra lokal lainnya. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Kabupaten Luwu dan Provinsi Sulawesi Selatan. (**)


Tinggalkan Balasan