Simpulrakyat.co.id, Jakarta – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kota Makassar memperoleh skor tertinggi pemetaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia.

hasil ini diumumkan dalam acara puncak Rapat koordinasi (Rakor) Unit Layanan Disabilitas yang digelar Kemeterian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Acara ini berlangsung selama tiga hari 18 – 20 November 2024, diikuti 29 Provinsi dan 108 Kabupaten/Kota yang telah membentuk ULD di daerahnya masing masing.

Hasil penilaian ULD Provinsi dan Kabupaten/kota se-Indonesia (Dok: Kemnaker RI)

Skor tertinggi ini sekaligus mengantar ULD Disnaker kota Makassar meraih predikat terbaik tingkat kabupaten kota se indonesia dengan perolehan skor 128 poin mengalahkan Kabupaten Sukoharjo dan Karanganyar di tempat ke 2 dan 3.

Kepala Disnaker kota Makassar Nielma Palamba mengatakan bahwa capaian ini merupakan sebuah apresiasi bagi Kota Makasaar utamanya Dinas Ketenagakerjaan yang telah berupaya memberi ruang terhadap penyandang disabilitas dengan berkolaborasi melibatkan semua pihak, baik perusahaan maupun organisasi penyandang disabilitas di kota Makassar.

“Kami berharap kedepannya kerja kerja ULD semakin meningkat dan dapat memberikan manfaat kepada pencari kerja disabilitas untuk menemukan pekerjaan sesuai dengan minat dan bakat mereka.” ujar Nielma,

Apa lagi kata Dia, pada tahun 2025 mendatang, Kemnaker RI menargetkan angka 20% untuk penempatan tenagakerja penyandang disabilitas.

“Semoga ULD Disnaker Kota Makassar menjadi pelopor dalam penerapan penempatan tenagakerja disabilitas pada perusahaan perusahaan di kota Makassar dapat terwujud dengan baik.” ucapnya.

Pemetaan dan penilaian kriteria ULD ini dilakukan oleh lembaga Demografi Universitas Indonesia kepada semua daerah baik di tingkat Provinsi dan Kabupaten Kota yg telah membentuk Unit Layanan Disabilitas ( ULD ) bidang Ketenagkerjaan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan kota Makassar Nielma Palamba (tengah) bersama Dirjen Binapenta dan Perluasan Penempatan Kerja Kemnaker Haryanto (Dok: Simpul Rakyat)

Adapun yang menjadi aspek penilaian dari hasil pemetaan tersebut diantaranya;
1. Status ULD
2. Mitra kerja ULD
3. Standar Layanan ULD
4. Identifikasi Informasi Kepada masyarakat penyandang Disabilitas
5. Kerja sama penyelenggara pelatihan kerja pemyandang diaabilitas
6. ULD dalam upaya mendukung kewirausahaan Penyandang Disabilitas
7. Pelayanan kepada pencari kerja disabilitas
8. Sarana prasarana ULD
9. Sumber pendanaan ULD

Dalam pemetaan langsung ke masing masing daerah, Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) dan Perwakilan Kemnaker RI menilai ULD Disnaker Kota Makassar mampu membuktikan diri dengan memenuhi sembilan poin kriteria penilaian.

“Lembaga Demografi UI menyampaikan bahwa dari Semua ULD kab – kota yang dipetakan, ULD Disnaker Kota Makassar mampu menjawab dan membuktikan dalam bentuk dokumen semua aspek yang menjadi penilaian tersebut di atas.” kata Nielma,

Sehingga hal tersebutlah yang menentukan penilaian akhir yang menempatkan ULD kota Makassar mengungguli skor 107 kota di 29 Provinsi di Indonesia.

Sebelumnya, Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Haryanto saat membuka acara Rakor ini mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2024 program Unit Layanan Disabilitas (ULD) telah menyerap sebanyak 770 penyandang disabilitas.

Torehan tersebut telah melebihi target Kemnaker diangka 750 orang penyandang disabilitas.

Kemnaker pun memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dan penyelenggara atas dukungan yang berhasil menyukseskan program itu. (Ilho*)