SimpulRakyat.co.id, Manggarai Timur – Petani bawang kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, mulai menyibukkan diri membajak lahan mereka, Rabu (6/3/2023).

Hal ini merupakan rutinitas bagi petani kampung Waso, di mana setiap tahunnya pada bulan tiga pasca-musim hujan planing sudah berjalan untuk sampai pada tahap menanam bibit.

Bibit bawang mereka diperoleh dari berbagai daerah, ada bibit dari Surabaya, Enrekang dan Bima.

Degen, petani bawang yang tiap tahunnya tidak pernah libur menanam bawang menyampaikan kepada media ini bahwa, sekarang saya kembali fokus menggarap lahan saya karena sudah musimnya.

“Saya sementara fokus garap lahan, sebab musim hujan sudah berlalu maka kami petani bawang siap menanam,” tutur Degen.

Di tempat yang berbeda, Tono petani bawang juga sampaikan bahwa untuk kali ini dirinya memilih bibit dari Bima, lantaran seluruh lahan miliknya ditanami dengan bibit Bima.

“Semua lahan saya hantam dengan bibit Bima, karena bawang Bima dijuluki dgn BBM, besar, bulat dan merah,” imbuhnya.

Terkait harga bibit, Tono juga sampaikan sekarang sudah mahal, dari yang awalnya Rp18 ribu sekarang sudah mencapai Rp25 ribu.

“Dengan mahalnya harga bibit semoga tanaman dijauhkan dari wabah dan semoga harga jualnya saat panen tinggi,” pungkas Tono.