SimpulRakyat.co.id, Manggarai Timur – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) merupakan pesta rakyat, 2024 ini ada beberapa daerah yang melakukan pemilihan serentak, satu di antaranya adalah Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Adi Saputra, pemuda Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara (LAUT), menyikapi beberapa isu yang tengah mencuat di beberapa kelompok masyarakat LAUT, yang membahas obrolan pilkada Matim.

Pemuda yang berkulit putih, berbadan mungil dalam keterangannya pada media ini, sangat senang dengan obrolan beberapa kelompok masyarakat yang semangat menyikapi pilkada Matim.

“Pilkada merupakan pesta rakyat, setiap orang memiliki hak yang sama untuk menentukan figur yang akan dia pilih, ini merupakan hal lumrah dalam demokrasi,” tutur Adi ke media ini, Kamis (14/3/2024).

Ia juga menyampaikan, di antaranya yang mendiskusikan Pilkada Matim adalah kelompok pemuda.

“Kelompok pemuda juga mendiskusikan persoalan pilkada Matim, pemuda merupakan pilar dari semua perubahan, diskursus pilkada merupakan hal yang sudah tabuh dan tak terelakan lagi akhir akhir ini,” tambah Adi.

Lanjut ia katakan, namun yang tak kalah pentingnya adalah silaturahim untuk selalu membangun komunikasi politik dan merawat keakraban.

Terkadang disetiap moment politik kita harus belajar banyak dengan beberapa rentetan kasus yang acap kali terjadi kemunduran bahkan penggeseran nilai nilai demokrasi.

“Politik itu pasti bicara jagoan, jika jagoan kita berbeda tidak bisa kita langsung membuat sekat, kita ingin politik pilkada ini kedepan harus melahirkan diskursus bermutu, memandang sesuatu secara obyektif,” tegas Adi.

“Untuk itu jadikan perbedaan sebagai rahmat, bukan untuk saling unjuk gigi untuk mempertahan egoh sentris,” tutup Adi.