SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online Ngobrol Bareng Legislator pada Senin, 05 Februari 2024 dengan mengusung tema “Hati-Hati Jaga Data Pribadi”.

Dalam seminar yang diselenggarakan melalui platform zoom meeting Kementerian Kominfo dan DPR RI mengundang narasumber yang ahli pada bidangnya, Narasumber pertama Dr. Fadli Zon, M.Sc yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI.

Narasumber kedua, yakni Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, narasumber ketiga Annisa Rengganis, M.A selaku Pegiat Literasi dan Dosen serta narasumber yang terakhir Mega Puspitasari selaku Pegiat Literasi Digital.

Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang didukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Ngobrol Bareng Legislator yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, di antaranya  untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.

Pemaparan pertama dibuka oleh oleh Dr. Fadli Zon, M.Sc dalam paparannya, dia menyampaikan bahwa Privasi data digital adalah hak asasi manusia yang diakui secara internasional seperti yang dijelaskan dalam Piagam Hak Asasi Manusia PBB

“Dalam hal ini, data pribadi warga sudah dilindungi oleh hukum melalui UU Perlindungan data Pribadi (PDP) No. 27 Tahun 2022. Dimana setiap orang memiliki hak untuk tidak terganggu atau diserang dalam kehidupan pribadi dan keluarga mereka,” terang Fadli Zon.

Lebih lanjut Dr. Fadli Zon, M.Sc juga menyampaikan bahwa menjaga privasi digital tidak hanya merupakan tanggung jawab perorangan, tetapi juga tanggung jawab organisasi dan pemerintah.

“Pemerintah juga ikut andil untuk memastikan bahwa data pribadi kita aman dan dilindungi,” tambah Fadli Zon.

Pemaparan kedua disampaikan oleh Annisa Rengganis, M.A dalam paparannya dia menyampaikan bahwa kebocoran data memberikan dampak kerugian yang signifikan bagi masyarakat.

“Kebocoran data, terumata data pribadi akan sangat berbahaya bagi keamanan diri, dalam hal ini data dapat disalahgunakan, dijual, ataupun menjadi awal mula penipuan,” kata Annisa Rengganis.

Annisa Rengganis, M.A memberikan contoh beberapa cara untuk mencegah kebocoran data, di antaranya menggunakan kata sandi yang unik, menerapkan metode autentikasi dua faktor, menghindari penggunaan aplikasi pihak ketiga, dan berhati-hati dalam menglik atau membagikan tautan agar terhindar dari peretas.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Mega Puspitasari, dalam paparannya dia menjelaskan bahwa data pribadi adalah data tentang orang perseorangan yang teridentifikasi secara tersendiri atau dikombinasi dengan informasi lainnya. Data pribadi dapat berupa Nama, alamat, nomor identitas, nomor kontak personal, foto, data biometrik, aset, dll.

“Kita harus menjaga data diri kita karena kebocoran data bisa saja datang dari serangan kasar (hard attack) atau serangan halus (soft attack),” jelas Mega Puspitasari.

Beberapa contoh hard attack yaitu peretasan, penyadapan, mengganti tampilan depan situs web, pengawasan, dan pemancingan. Sedangkan serangan halus diantaranya yaitu pengumbaran identitas, peniruan identitas, penyerbuan, dan perundungan.

Seluruh peserta terlihat begitu kondusif dan juga aktif dalam menyimak materi yang di paparkan oleh para narasumber, Setelah pemaparan materi dari keempat narasumber, moderator memfasilitasi untuk sesi tanya jawab. Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para peserta kepada para narasumber.