SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso mengaku temukan bukti pertemuan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dengan Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Sugeng menduga tiga kali penyerahan uang kepada Firli, dua di antaranya melalui perantara, dan sekali melalui ajudan Mentan SYL. Hal itu disampaikan Ketua IPW kepada publik saat wawancara dengan MetroTV di Jakarta, Minggu (8/10/2023).

“IPW itu mempunyai nomor hotline yang terbuka kepada masyarakat dan juga media, nah nomor ini sering mendapatkan informasi dari pihak-pihak tertentu yang tidak bisa saya sebut namanya, karena saya harus merahasiakan pemberi informasi, dalam bentuk narasi dan juga dokumen. Narasi yang dalam informasi tersebut sudah saya sampaikan,” kata Sugeng.

Lanjut dikatakan, ada dokumen dan juga narasi yang pertama, yaitu Juni 2022 melalui seorang bernama Irwan, disampaikan informasi kepada Menteri SYL bahwa KPK sedang mendalami pemeriksaan terhadap dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.

“Dari pembicaraan itu, kemudian ada pembicaraan sejumlah dana dimintakan menurut Irwan, menurut Irwan bahwa itu dimintakan oleh pimpinan KPK, nah dititipkan kepada Irwan. Kemudian Oktober sama seperti itu, juga dititipkan,” ungkap Sugeng.

Sugeng juga mengungkapkan, pada Desember 2022 terdapat pertemuan di lapangan bulu tangkis di wilayah Mangga Besar, Jakarta Pusat.

“Dana menurut informasi yang masuk ke narasi bahwa itu diserahkan kepada ajudan pimpinan KPK. Nah itu tiga peristiwa,” ujar Sugeng.

“Kalau sekarang Polda Metro Jaya telah menaikkan penyidikan, artinya terdapat cukup alat bukti untuk menyatakan telah terjadi peristiwa pidana pemerasan gratifikasi atau korupsi. Jadi seperti itu, jadi keterangan itu yang saya dapat klop,” tambah Sugeng.

Selanjutnya, kata Sugeng, IPW mendapatkan surat dokumen pada 29 September 2023, ditujukan kepada Presiden yang berisi pemberitahuan bahwa KPK telah menetapkan Mentan SYL sebagai tersangka.

“Tetapi kan itu dibantah sementara oleh KPK sendiri,” pungkas Sugeng.

Pada kesempatan ini, Ketua IPW Sugeng meminta Polda Metro Jaya mendalami pihak yang terlibat pada kasus pemerasan yang menyeret nama pimpinan KPK, di antaraya Irwan, ajudan Mentan dan sopir SYL.

“Kami IPW sebagai lembaga pengawas penegakan hukum, kami menyampaikan agar penegakan hukum pada semua sektor khususnya korupsi dilakukan secara bersih. Kalau SYL ini diperiksa, nah yang memeras atau juga melakukan pelanggaran korupsi, pimpinan KPK harus diperiksa juga,” tegas Sugeng.

Sebelumnya diberitakan, penjaga lapangan bulu tangkis di wilayah Mangga Besar, memberi kesaksian terkait foto pertemuan antara Ketua KPK Firli Bahuri dengan SYL yang beredar.

Penjaga lapangan bulu tangkis berinisial TR (37) mengaku melihat Firli dan Syahrul bertemu. Pertemuan itu terjadi pada masa pandemi Covid-19.

“Sepintas sih kayaknya pernah, sepintas. Tapi saya kurang ini soalnya dia ke sini-nya (masuk) agak cepat. Enggak pernah banyak interaksi di luar. Kalau enggak salah pernah (lihat). Kalau enggak salah lagi Covid-19,” ujarnya.

Sekadar diketahu, Firli sebelumnya telah membantah tudingan pemerasan itu. Pihaknya memastikan tidak ada suap di pimpinan KPK.

“Saya kira nggak ada orang-orang menemui saya, apalagi ada isu sejumlah USD 1 miliar, saya pastikan nggak ada,” kata Firli di gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/10) lalu. (*)