SimpulRakyat.co.id, Manggarai Timur – Pisang merupakan salah satu kebutuhan pokok juga dapat menunjang ekonomi masyarakat.

Hal miris dialami oleh warga Desa Haju Wangi, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (6/8).

Dimana pisang yang berada di kebun mereka tidak bisa panen lantaran adanya penyakit pisang yang sampai saat ini belum ada solusi atas pencegahannya.

Serdi, seorang warga yang memiliki kebun pisang menjelaskan ke media ini, bahwa dirinya tidak menyangka adanya penyakit yang menimpa pohon pisang yang sudah berjalan satu tahun belakangan ini.

Lanjut ia katakan, dua hari yang lalu pernah datang dari pihak pemerintah dalam hal ini Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), melakukan dokumentasi ke kebun-kebun warga.

“Dua hari yang lalu ada pihak PPL datang foto-foto. Untuk apa datang foto-foto sekarang? penyakit pisang sudah satu tahun lalu dan anak saya sudah hampir habis kuliah, sudah terlambat, sudah tidak ada guna foto-foto,” ungkap Serdi.

Di tempat yang sama, Serdi juga mengharapkan pemerintah agar cepat mengatasi persoalan ini sebab satu tahun belakangan ini mereka mengalami kerugian yang berdampak pada ekonomi mereka.

“Dulu sebelum datang penyakit ini jika anak kami kuliah minta kirim uang, kami bisa menjual pisang, sekarang sudah tidak bisa lagi. Tolonglah pemerintah perhatikan kami masyarakat kecil ini,” ungkap Serdi dengan wajah sedih.

Di tempat terpisah, Willibrodus selaku PPL, saat ditanya media ini melalui WhatApp menerangkan, untuk sementara setiap Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKKP), sementara masih dilakukakan pendataan bagi petani yang miliki lahan pisang yang terserang penyakit layu bakteri untuk dikirim ke kabupaten melalui bidang pengendalian dan bencana dinas pertanian, batas pendataan petani sampai pada 8 Agustus 2023.

“Jadi kami sebagai penyuluh hanya melaporkan semua kegiatan kelompok tani maupun non KLPK Tani yang usaha di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan serta peternakan, termasuk pendataan petani yang miliki kebun pisang tadi,” terang Willibrodus.

“Soal tindak lanjut seterusnya tunggu sampai setelah pendataan ini selesai dilapangan dan untuk sementara belum bisa menjawab karna kita sebatas mendata dulu,” tutup Willibrodus.