SimpulRakyat.co.id, Manggarai Timur – Enam Desa di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai saat ini belum menikmati terangnya listrik PLN.
Program Indonesia terang tampaknya tidak dirasakan warga Lamba Leda. Padahal, sudah 77 tahun Indonesia merdeka. Sementara, Kabupaten Manggarai Timur telah berumur 15 tahun, pada 17 Juli 2022 lalu.
Bupati Agas Andreas dan seluruh perangkat daerah merayakan dengan hati riang gembira. Namun, kegembiraan ini belum sepenuhnya dirasakan masyarakat dari enam desa yang berada di Kecamatan Lamba Leda, dengan ketiadaan listrik PLN.
Menurut warga setempat, Darwono, sebagai wilayah pedalaman di bagian Indonesia Timur, terangnya listrik PLN tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Walau di wilayah lain Indonesia kerinduan masyarakatnya sudah beralih ke hal-hal yang lebih dari sekadar adanya cahaya listrik PLN.
Darwono yang getol memperjuangkan listrik di desanya saat dikonfirmasi media, dia mengaku pihaknya menunggu realisasi Indonesia terang.
Pasalnya, kata Darwono, pemerintah desa yang berada di Kecamatan Lamba Leda belum terealisasi listrik PLN, meski sudah mengurus dan mengajukan dokumen sebagai syarat utama sesuai dengan permintaan pihak PLN Ruteng.
“Dokumen sebagai syarat utama sudah kami serahkan ke pihak PLN Ruteng. Dan kami menunggu realisasinya saja.” terang Darwono, Selasa (10/1).
Pada kesempatan yang berbeda, saat dikonfirmasi pihak PLN UP2K Flores, Jimy menjelaskan bahwa untuk desa-desa tersebut, pihaknya sudah usulkan pembangunan jaringan listriknya.
“Jika tidak ada halangan secepat mungkin terlaksana, sesuai Roadmap kami di tahun 2023. Dan kami sedang rapat perluasan jaringan tersebut,” tutup Jimy.
Adapun ke enam desa yang berada di Kecamatan Lamba Leda yang belum tersentuh listrik PLN adalah Desa Compang Necak, Golo Mungga, Golo Mungga barat. Kemudian Desa Goreng Meni Utara dan Desa Golo Paleng.


Tinggalkan Balasan