SimpulRakyat.co.id, Manggarai Timur – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Dapil Lamba Leda, Komisi B, Fredus memaparkan pendapatan asli daerah (PAD) Manggarai Timur 2022 hanya mencapai Rp44 Miliar.

Hal itu disampaikan Fredus saat menggelar Reses di kantor Desa Satar Kampas yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda pada Jumat (13/1) pagi.

Fredus mengatakan, PAD ini merupakan nominal yang sangat sedikit, anggaran sebesar itu sangat sulit untuk menunjang pembangunan infrastruktur dan kebutuhan mendasar lainnya di Kabupaten Manggarai Timur.

“PAD kita tahun 2022 itu sangat sedikit, hanya Rp44 miliar, namun walau terbilang sedikit pembangunan tetap berjalan dan bagi saya itu cukup maksimal,” tutur anggota dewan Fraksi PAN ini.

Pada kesempatan yang sama, dibuka dialog tanya jawab untuk mendengar aspirasi masyarakat Desa Satar Kampas.

Akbar, selaku Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menyampaikan aspirasi mewakili masyarakat Desa Satar Kampas terkait nasib rumah warga yang dikikis abrasi.

“Setiap Musrenbangcam saya selalu usulkan ini, namun sampai saat ini tidak ada tanggapan,” ungkap Akbar.

“Bisa kita lihat di belakang kantor desa, akibat dihantam gelombang, tanggul yang dibangun dari dana desa sudah rusak dan mengakibatkan air laut masuk dalam rumah warga,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Iwan menambahkan agar pemerintah kabupaten, kususnya DPRD Manggarai Timur untuk lebih fokus memperhatikan nasib nelayan dan petani.

“Sekarang nasib nelayan rasanya sudah tidak diperhatikan lagi, sampai saat ini nelayan susah mendapatkan BBM solar untuk melaut, juga untuk petani acap kali terjadi kelangkaan pupuk dan obat,” ungkapnya.

Setelah semua aspirasi masyarakat didengarkan, Fredus menanggapi bahwa semua usul saran yang disampaikan itu bersifat prioritas sehingga pihaknya akan maksimalkan.

“Perlu diketahui, setiap kali saya melakukan Reses pasti ada yang terealisasi. Berdoa dan kita berjuang bersama agar aspirasi bapak/ibu sekalian dapat terealisasi dengan baik,” tutupnya.

Untuk diketahui, ada banyak aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, mulai dari peningkatan sektor nelayan, petani, peternakan, menaikan intensif kader kesehatan, kader posyandu, intensif RT/RW, meningkatkan kualitas jaringan, hingga meminta DPRD untuk perhatikan TPI di Nanga Lirang yang roboh tidak memiliki asas manfaat.