Simpulrakyat.co id, Makassar – Kebocoran pendapatan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar Raya ditenggarai oleh banyaknya titik parkir yang dibekingi  “raja kecil” sehingga hal tersebut melemahkan kinerja Perumda itu sendiri.

Olehnya Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Parkir Makassar Raya meminta kepada Direksi untuk menertibkan titik parkir yang “bermasalah” tersebut.

Ahmad Susanto selaku Dewan pengawas Perumda Parkir Makassar Raya menyebutkan bahwa dari hasil pengamatannya bersama Direksi menemukan sejumlah titik parkir yang dibekingi oleh oknum dari berbagai latar belakang.

“Jadi teman teman Direksi sudah melakukan beberapa uji petik di beberapa titik parkir dan dari pengamatan lapangan memang ada titik titik yang dibekingi oleh oknum-oknum dari berbagai latar belakang. Ini pula yang banyak impacknya dan berpengaruh terhadap kebocoran pendapatan Perumda Parkir.” ungkapnya kepada Wartawan, Selasa (2/8/2022) kemarin.

Dewan Pengawas Perumda Parkir Makassar Raya Ahmad Susanto.

Ahmad Susanto menuturkan sesuai harapan Wali kota Makassar, Perumda Parkir Makassar Raya berfokus pada meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) salah satunya dengan cara menekan angka kebocoran pendapatan,

“Kemarin kita sudah rapat (Dewas) bersama Direksi, ada beberapa poin dari hasil rapat tersebut, paling tidak ada dua poin besar sesuai pesan bapak Wali kota saat pelantikan yang tentunya menjadi harapan beliau. Fokusnya adalah peningkatan PAD dan tentu deviden ke Wali kota. Yang perlu dilakukan secara garis besar yaitu menekan angka kebocoran Perumda Parkir dan meningkatkan layanan publik atau service.” ucap pria yang juga Ketua KONI kota Makassar ini.

Dia menambahkan, untuk merealisasikan hal tersebut butuh sikap tegas dari Perumda Parkir dalam menertibkan juru parkir liar yang disinyalir dibekingi oleh bos parkir atau raja raja kecil,

“Dalam rangka tersebut kita mulai menekan kebocoran kemudian meningkatkan pendapatan dengan cara tertibkan semua jukir jukir liar, beking-beking atau raja-raja kecil atau apapun istilahnya ini butuh ketegasan, butuh sikap. Saya kira siapapun harus kita tertibkan sembari kita membenahi internal menata ulang sumber daya kepegawaian di Perumda Parkir Makassar supaya kualitas dan kecepatan kerja bisa sesuai harapan direksi,” ujarnya.

Penertiban jukir oleh TRC Perumda Parkir

“Siapa pun itu negara atau pemerintah tidak boleh kalah dengan oknum oknum (backing) yang mengatas namakan apapun itu.” tegasnya.

Selain menambal kebocoran pendapatan, Ahmad Susanto juga berharap Perumda Parkir Makassar mempercepat penerapan sistem dan inovasi berbasis digitalisasi, sehingga kinerja seluruh pegawai dapat terukur.

“Termasuk juga perlu ada sistem untuk mendata ulang jukir jukir kita secara digital sistem sehingga betul betul jukirnya dan pengawasnya bertanggung jawab di titik yang tepat. Dewas akan bersinergi melakukan pengawasan dan memberikan arahan dan masukan kepada direksi.” jelasnya.

“Dan kami harap Direksi mempercepat penggunaan sistem dan inovasi. Sehingga semua yang terlibat dalam Perumda harus ikut dalam sistem itu, yang tidak menyesuaikan maka akan ada konsekwensi tentunya.” tandasnya.

Sementara, Direktur Umum Perumda Parkir Makassar Raya Rizal Asjahad Rahman mewakili direksi yang lain menjelaskan bahwa pihaknya sangat merespon baik permintaan Dewan pengawas, kendati demikian saat ini pihaknya fokus melakukan pembenahan internal kepegawaian lingkup Perumda,

“Kami sementara melakukan pembenahan internal. Salah satunya melakukan pendataan ulang seluruh titik parkir yang ada di kota Makassar. Dari pendataan ini maka kita bisa menetukan potensi setiap titik parkir yang ada sehingga ketahuan dimana letak kebocorannya.” ucapnya.

Lebih jauh dirinya menuturkan, sinergi dengan semua pihak terkait terutama TNI POLRI dibutuhkan guna memaksimalkan potensi parkir yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan.

“Untuk awal awal ini yang kita lakukan tentu pembenahan secara internal dan nanti akan ada inovasi-inovasi dengan sistem pendekatan digital. Pada prinsipnya direksi dan Dewas terus bersinergi dalam rangka pemaksimalan kinerja untuk peningkatan PAD.” tutupnya.

Reporter: Ilho