SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Mendekati gelaran syuting Film Sang Petarung garapan Sutradara Roy Wijaya, semakin hari semakin sengit, bukan hanya bagaimana pertarungan itu menjadi duel tanding di atas ring dalam film.

Tapi persaingan ketat para aktor untuk mengisi kekosongan peran pembantu utama dan peran utama kedua masih menghiasi sasana tinju Victory Target BC, tempat mereka reading dan syuting.

Bahkan Produser Sang Petrung Hodlif Hun, begitu serius menguatkan setiap detil kebutuhan yang di sesuaikan dengan skenario.

Menurutnya, bukan hanya bagaimana duel seru itu muncul, tapi yang paling penting adalah art, property dan wadrop yang memadai, agar kwalitas gambar enak di tonton tidak asal asalan.

“Iya, ini penggarapan film yang sangat serius karena tentunya, banyak menguras energi dan waktu. Apalagi Sutradara kami juga detail banget dalam setiap adegan, dari cerita yang ditulisnya sendiri. Maka suport dan dukungan harus benar benar bagus, agar tidak mengecewakan penonton,” ungkap Direktur PT Victory Target Indonesia itu, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (26/12/2020).

Sementara itu, Sutradara Sang Petarung Roy Wijaya saat ditemui di lokasi Reading mengatakan, film yang ditulis dan digarapnya sendiri merupakan sumbangsih terbesar dunia sineas dalam membangkitkan olahraga, khususnya tinju, yang kini perlahan mulai di tinggalkan, karena kurangnya sponsor yang mulai merubah haluan ke olah raga ekstrim lainnya.

“Tinju adalah olahraga yang sering membawa besar nama Indonesia di kancah dunia, selain olahraga lainnya. Saat ini prospek penjaringan dan pembibitan tunas tunas muda untuk kembali menggandrungi tinju, sudah mulai pudar. Bukan hanya, sponsor yang meninggalkan, tapi disisi lain kurangnya wadah dan minat pemuda indonesia,” bebernya.

Untuk Itu, Roy berharap dengan hadirnya Film Sang Petrung, akan membawa dampak yang baik. Karena film ini bukan hanya film biasa yang enak di tonton, tapi banyak tuntunan, tentang bagaimana membangun bangsa kedepan dalam menguatkan prestasi demi reputasi terbaiknya.

“Makanya dalam adegan ini, para petinju Nasional, Asia dan Dunia, kita libatkan. Semua saya kombinasikan, bukan karena namanya, tapi pengalaman dalam meraih prestasi tertinggi di atas ring yang begitu memukau, ini penting,” kata Roy. (**)

Editor: Arwan Rewa