SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Mengenakan kemeja putih lengan panjang, mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode Syahrul Yasin Limpo (SYL) datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019) sekira pukul 09.31 WIB.
Sembari tersenyum, Syahrul yang datang langsung memberi hormat ke arah kamera awak media sebelum memasuki Istana untuk menemui Presiden Jokowi. “Dipanggil malam tadi jam 22.00 WIB lewat,” kata dia.
Usai bertemu Presiden, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini diserbu awak media dengan sejumlah pertanyaan. Dengan gaya khasnya yang bersahabat, SYL pun bercerita soal Presiden meminta dirinya menjadi bagian dari sebuah partai yang ada, NasDem, untuk masuk dalam kabinet kerja kedua Jokowi-Ma’ruf.
“Bagi partai NasDem dan seluruh jajarannya termasuk saya mendukung Bapak Jokowi sejak 2014 adalah totlitas. Kami mau lihat negeri ini besok di tangan bapak presiden harus bisa lebih baik, lebih maju, dan lebih modern, bahkan lebih mandiri dari apa yang dirintis sebelumnya,” ungkap Syahrul.
Lanjut dikatakan, penegasan itu bersambut dengan amanah yang diberikan presiden, untuk berkontribusi, agar harapan dan kebtuhan rakyat Indonesia, bisa dilakukan lebih maksimal ke depan.
“Saya tentu saja merasa berterima kasih, bahwa dengan pengalaman yang saya miliki mulai dari lurah, camat. Saya kepala daerah 25 tahun. Dua kali bupati, satu kali wagub, dua periode gubernur. Dari posisi itu segala kontribusi dan daya yang saya miliki atas nama kepentingan negara bangsa dan rakyat agar Pak jokowi sukses demi kepentingan bangsa yang lebih baik, kami berharap kabinet kerja kedua itu, kontribusi-kontribusi dari kita semua akan lebih baik,” terang Syahrul.
Namun saat ditanya, menjabat sebagai menteri apa? Syahrul Yasin Limpo hanya mengatakan, pertemuan tersebut presiden belum menetapkan dirinya sebagai meteri, namun ia hanya lebih banyak berbicara tentang gagasan.
“Saya tidak disampaikan menteri apa, yang banyak beliau tanyakan kepada saya adalah bagaimana membuat agar 267 juta jiwa itu kehidupannya bisa lebih baik, lebih tentram, lebih teratur, dan terpenuhi kebetuhan dasarnya,” jawab dia.
Kedatangan mantan Gubernur dua periode ini disusul sejumlah tokoh sebelumnya yang berdatangan ke Istana sejak Senin kemarin.
Para tokoh yang dipanggil, yakni mantan Ketua MK Mahfud MD, Pimpinan Gojek Nadiem Makarim, Pengusaha Erick Thohir, Pimpinan Net TV Wishnutama dan Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman, serta sejumlah tokoh nasional dan politisi Indonesia. (*/Ismail K)


Tinggalkan Balasan