67 Tenaga Pendamping Pemberdayaan Bantaeng Dilatih JICA, Ini Tujuannya

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Bantaeng – Hingga 10 hari mendatang, 9-19 September 2019, Tenaga Pendamping Pemberdayaan untuk Program Pemberian Bantuan Permodalan Usaha Berbasis Dusun/RW di Kabupaten Bantaeng akan dibekali ilmu dan pengetahuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Sebanyak 67 orang Tenaga Pendamping itu mengikuti Training of Facilitator (TOF) di Gedung PGRI Bantaeng, Senin (9/9/2019) yang digagas Pemerintah Kabupaten Bantaeng, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDPPPA).

Baca Juga

Kegiatan itu dibuka secara resmi Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin. Dikatakan bahwa, Program Pemberian Bantuan Modal Usaha Berbasis Dusun/RW merupakan upaya perluasan kesempatan kerja dengan mendorong dan memfasilitasi pelaku usaha atau yang berminat berwirausaha.

“Dengan membangun jiwa dan semangat berwirausaha di level Dusun dan Rukun Warga (RW), masyarakat dapat menciptakan dan membuka lapangan kerja baru,” jelas Sahabuddin.

Tenaga Ahli Bappeda-JICA, Shintani Naoyuki selaku Penasehat Kebijakan Pembangunan Daerah Wilayah Sulawesi berharap fasilitator tersebut dapat mengawal proses penyaluran bantuan modal usaha dimaksud.

“Semoga para fasilitator setelah pelatihan ini dapat memahami dan melakukan pendampingan terhadap proses penyaluran bantuan modal usaha berbasis Dusun/RW di Bantaeng,” ujarnya.

Shintani menjelaskan prosesnya bermula dengan penjajakan komunitas. Kemudian diikuti dengan upaya untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengenali potensi dan masalah yang dihadapi.

Termasuk melakukan advokasi, analisis dan asistensi atas hasil perencanaan dari masyarakat. Bantuan Modal Usaha Berbasis Dusun/RW itu sendiri telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Bantaeng Tahun 2018-2023 sebagai satu dari tiga program unggulan Pemkab Bantaeng.

Dimana dicetuskan oleh Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin dan Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin dalam rangka upaya menurunkan angka kemiskinan.

“Insya Allah program ini menjadi bagian penting dari upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bantaeng”, tutur Shintani.

Keterlibatan JICA dalam kegiatan itu berupa dukungan penyediaan Narasumber dan Tenaga Pelatih. Mereka adalah Darmawan Salman dan Rusli M Rukka dari Universitas Hasanuddin Makassar, Manarangga Amir dari JICA serta 4 orang dari P3MD ((Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa) yakni Muhammad Nurfajri, Sunandar Syamsuddin, Sirajuddin dan Ramlan dan utusan dari DPMDPPPA.

Demikian halnya Bupati Bantaeng yang hadir di hari pertama pelatihan itu. Dia membeberkan rutinitasnya sebelum tiba di Gedung PGRI Bantaeng. Dikatakan baru saja mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng di Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang.

“Kita berharap agar mereka yang sudah dibekali keterampilan dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat,” ungkapnya.

Pelatihan keterampilan di BLK kata Ilham sudah mulai dilaksanakan. Beragam program keterampilan disiapkan seperti teknik otomotif berbasis elektronik perhotelan dan IT (Information Technology).

Peserta TOF di kesempatan itu dihadapkan dengan Pre Test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman para pendamping hingga hari ini. Dan diakhir pelatihan kembali akan dilakukan Post Test seperti diterangkan Harmoni selaku Sekretaris DPMDPPPA.

“Pres Test dan Post Test serta seluruh rangkaian pelatihan ini akan menjadi tolak ukur penilaian akan kemampuan yang harus dimiliki para Tenaga Pendamping sebelum melakukan pendampingan program,” terangnya. (*)

Berita Menarik Lainnya