SimpulRakyat.co.id, Barru – Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memimpin, berinovasi, dan mendorong perubahan positif di lingkungan sekolah.
Hal itu menjadi fokus Universitas Negeri Makassar (UNM) saat menggelar Workshop Small School Leadership bagi perwakilan guru Kelompok Kerja Guru (KKG) Wilayah 2 Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Senin (24/8/2026) lalu.
Workshop tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026 dengan mengangkat tema “Membangun Guru Inspiratif melalui Integrasi Kepemimpinan Transformasional dan Media Digital”.
Ketua tim pengabdian UNM, Usman, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menjalankan peran kepemimpinan di satuan pendidikan.
“Guru tidak hanya diharapkan mampu melaksanakan pembelajaran, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menginspirasi, menggerakkan, berinovasi, dan menciptakan perubahan positif di lingkungan sekolah,” kata Usman dalam keterangan tertulisnya ke media ini, Minggu (30/8/2026).
Menurut Usman, salah satu materi utama dalam workshop adalah kepemimpinan transformasional. Materi tersebut mengarahkan guru untuk memahami cara membangun visi, memberikan keteladanan, meningkatkan motivasi, dan mendorong kolaborasi di lingkungan sekolah.
“Melalui materi kepemimpinan transformasional, peserta diarahkan untuk memahami bagaimana membangun visi, memberikan keteladanan, meningkatkan motivasi, serta mendorong kolaborasi di antara warga sekolah,” ujarnya.
Selain kepemimpinan, workshop juga membahas integrasi media digital dalam pembelajaran.
Usman juga mengatakan, pemanfaatan teknologi penting agar guru dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Diketahui, para peserta yang merupakan perwakilan guru KKG Wilayah 2 Kabupaten Barru mengikuti workshop melalui pemaparan materi, diskusi, berbagi pengalaman, serta kegiatan reflektif terkait praktik kepemimpinan dan pembelajaran di sekolah.
Usman menilai penguatan kapasitas guru sebagai pemimpin pembelajaran penting untuk memberikan dampak positif terhadap sekolah dan peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, Usman didampingi dua anggota tim pengabdian, yakni Dr Abdul Majid dan Dra Ritha Tuken, yang turut memberikan materi dan mendukung pelaksanaan workshop.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru Andi Milawaty turut hadir dalam pembukaan kegiatan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap program pengabdian yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kapasitas guru.
Melalui kegiatan ini, pihak UNM berharap workshop tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat menjadi awal kemitraan berkelanjutan antara UNM, Dinas Pendidikan Kabupaten Barru, dan komunitas guru melalui KKG.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran serta mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih positif.. (Misba)


Tinggalkan Balasan