SimpulRakyat.co.id, Jakarta – PDI Perjuangan (PDIP) merespons pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menyebut siap menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” menjelang Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut mencuat di tengah rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah.
Politikus PDIP, Guntur Romli, meminta PSI tidak terlalu percaya diri mengklaim mampu mengubah Jawa Tengah yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis utama suara PDIP.
“Jangan terlalu sombong mau ganti Jateng dari kandang banteng menjadi kandang gajah,” kata Guntur kepada wartawan, Sabtu (4/7/2026).
Guntur kemudian menyinggung hasil Pemilu 2024. Menurut dia, dukungan Jokowi kepada PSI saat itu belum mampu mengantarkan partai tersebut lolos ke DPR RI.
“Jokowi jadi presiden saja tidak mampu meloloskan PSI tahun 2024 padahal sudah pakai tagline PSI Partai Jokowi, apalagi sekarang sudah tidak menjadi presiden,” ujarnya.
Mantan kader PSI itu juga menilai safari politik yang dilakukan Jokowi menunjukkan adanya kepentingan politik bagi keluarganya.
“Safari politik Jokowi semakin membuktikan ambisi kekuasaan keluarga Jokowi demi kepentingan anak-anaknya,” kata Guntur.
Sebelumnya, Jokowi memulai rangkaian safari politik dengan mengunjungi Provinsi Lampung. Dalam kunjungan tersebut, ia menghadiri kegiatan silaturahmi di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah.
Di hadapan para peserta, Jokowi menegaskan dirinya tetap menjadi pribadi yang sama meski telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Aku masih seperti yang dulu, masih orang kampung, masih orang desa. Jadi kalau saya ke Lampung, ke Provinsi Lampung, saya ke sini ya memang dunia saya, lingkungan saya adalah seperti yang tadi saya sampaikan,” ujar Jokowi di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah, Minggu (28/6/2026) lalu.
Sebelumnya, sejumlah pengurus PSI menyatakan optimistis dapat memperkuat basis dukungan partai di Jawa Tengah. Pernyataan itu muncul seiring agenda safari politik Jokowi yang disebut akan berlanjut ke sejumlah daerah menjelang konsolidasi politik menghadapi Pemilu 2029.


Tinggalkan Balasan