SimpulRakyat.co.id, Makassar – Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar tidak hanya menjadi seremoni internal partai, tetapi juga menandai pergeseran penting dalam peta politik Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.

Masuknya tujuh tokoh lintas partai, ditambah bergabungnya Rusdi Masse (RMS) sebelumnya, memperkuat sinyal konsolidasi PSI di wilayah yang selama ini menjadi basis partai-partai mapan.

Prosesi penjaketan tujuh kader baru dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Hotel Claro Makassar, Sabtu (31/1/2026).

Momen tersebut menjadi penanda masuknya sejumlah figur dengan jejaring politik dan basis massa di daerah ke dalam struktur PSI.

Bergabungnya mantan Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan sekaligus mantan anggota DPR RI, Rusdi Masse, dinilai menjadi faktor kunci dalam mengubah konstelasi politik regional.

RMS dikenal sebagai salah satu aktor politik berpengaruh di Sulawesi Selatan, dengan jaringan kuat di tingkat kabupaten/kota hingga desa.

Kehadiran RMS di PSI dipandang sebagai magnet politik yang membuka ruang bagi migrasi kader lintas partai, khususnya dari NasDem, PKS, dan Demokrat.

Hal itu tercermin dari komposisi tujuh tokoh baru yang sebagian besar merupakan mantan kepala daerah dan legislator dari partai-partai tersebut.

“Masuknya Pak Rusdi Masse memberikan energi baru dan semangat konsolidasi bagi PSI, khususnya di wilayah timur Indonesia. Ini bukan hanya soal jumlah kader, tetapi juga penguatan jejaring politik di daerah,” kata pengurus PSI Sulawesi Selatan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Dari tujuh tokoh yang bergabung, terdapat figur-figur dengan basis kuat di Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat, seperti Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, mantan Wakil Bupati Soppeng Luthfi Halide, serta mantan legislator Sulsel dari berbagai partai.

Kehadiran mereka memperluas jangkauan PSI di tingkat daerah, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi partai tersebut.

Langkah PSI ini dipandang dapat memicu efek domino dalam peta politik Indonesia Timur, kawasan yang selama ini menjadi arena persaingan ketat antara NasDem, Golkar, Demokrat, dan sejumlah partai besar lainnya.

Dengan masuknya figur-figur lokal yang memiliki basis massa, PSI dinilai berupaya menggeser citra sebagai partai berbasis perkotaan dan anak muda semata, menjadi partai dengan akar politik yang lebih kuat di daerah.

Diketahui, Rakernas PSI di Makassar juga membahas arah strategis partai dalam menghadapi Pemilu 2029. Penguatan struktur di Sulawesi Selatan dan kawasan timur dipandang sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk meningkatkan perolehan suara dan memperluas representasi di parlemen.

Dalam prosesi penjaketan, Kaesang Pangarep menegaskan pentingnya kontribusi kader baru bagi perjuangan partai.

“Selamat bergabung di PSI. Semoga bisa memperkuat perjuangan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tandas Kaesang.