SimpulRakyat.co.id, Makassar – Pelaksanaan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan mulai menuai sorotan dari sejumlah kalangan jurnalis. Kritik terutama diarahkan pada dugaan konflik kepentingan di tubuh panitia pelaksana, khususnya unsur Organizing Committee (OC), yang dinilai tidak menjaga netralitas dalam proses pemilihan Ketua PWI Sulsel.
Sejumlah nama mulai muncul dalam bursa calon ketua, di antaranya Suwardi Thahir yang menjabat Ketua Bidang Pendidikan PWI sekaligus penguji Lembaga Uji (LU) PWI, Manaf Rahman selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi yang juga menjabat Sekretaris OC konferensi, serta Amrullah Basri Gani, Direktur dan Pemimpin Redaksi Harian Fajar.
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah anggota PWI mulai mempertanyakan etika kepanitiaan karena adanya pihak penyelenggara yang dinilai berada dalam pusaran kepentingan kontestasi organisasi.
“Inilah yang memicu kegelisahan di akar rumput. Sulit membayangkan kompetisi berjalan adil jika pihak yang seharusnya netral justru dianggap memiliki keberpihakan,” kata seorang wartawan senior di Makassar yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Minggu (10/5/2026)
Selain isu netralitas panitia, muncul pula dugaan penahanan kartu anggota PWI milik sejumlah jurnalis yang memiliki hak suara dalam konferensi.
Seorang wartawan yang enggan disebutkan namanya mengaku kartu keanggotaannya hingga kini masih berada di tangan salah satu pengurus PWI Sulsel.
“Hingga saat ini kartu saya masih ditahan oleh oknum pengurus PWI Sulsel,” ujarnya.
Dugaan tersebut memunculkan kekhawatiran adanya tekanan terhadap pemilik hak suara serta potensi penggiringan dukungan kepada kandidat tertentu.
Tak hanya itu, sejumlah anggota juga memprotes kebijakan administratif yang diterapkan panitia karena dinilai memberatkan peserta dan dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Kalau memang ada aturan baru, harus disampaikan secara terbuka kepada seluruh anggota. Jangan sampai aturan mendadak dipakai untuk menghambat pihak tertentu,” tandas seorang anggota PWI lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, panitia Konferensi PWI Sulsel maupun pihak-pihak yang disebut dalam kritik tersebut belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai tudingan yang berkembang. (James)


Tinggalkan Balasan