SimpulRakyat.co.id, Jakarta –  Kongres Luar Biasa (KLB) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) menetapkan Willem Frans Ansanay, sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bara JP untuk periode 2025–2030.

Willem terpilih secara aklamasi dalam kongres yang berlangsung hangat dan penuh semangat persatuan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Kamis-Jumat (19–20/6/2025).

Keputusan aklamasi itu terjadi setelah dua kandidat lain, yakni Dr Ir Affandy Agusman Aris, dan Dr M Adli Abdullah, menyatakan mundur dari pencalonan. Langkah keduanya disambut positif sebagai wujud kedewasaan politik dalam tubuh organisasi relawan yang telah berdiri sejak 2013 ini.

“Langkah ini kami ambil demi menjaga soliditas dan semangat kebersamaan dalam tubuh Bara JP. Tidak ada yang dikalahkan, semua menang,” ujar Affandy dalam forum.

Sementara itu, Ketua Umum demisioner Utje Gustaff Patty menyampaikan apresiasinya atas proses KLB yang dinilainya berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan.

“Bara JP adalah rumah kita bersama. Saya bersyukur forum ini berlangsung dengan sejuk dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. Selamat kepada Willem Frans Ansanay, semoga mampu membawa energi baru bagi gerakan relawan ini,” kata Utje.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Willem Frans Ansanay menyampaikan tiga komitmen yang akan menjadi arah kepemimpinannya lima tahun ke depan.

Pertama, memperkuat persatuan internal relawan. “Bara JP akan terus menjadi ruang inklusif dan terbuka bagi semua elemen bangsa yang ingin berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Willem.

Kedua, ia menegaskan dukungan penuh terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. “Kami siap berdiri di garis depan melawan segala bentuk upaya inkonstitusional, termasuk isu pemakzulan yang tidak berdasar dan mencederai demokrasi,” tegasnya.

Ketiga, memperluas gerakan sosial dan ekonomi kerakyatan. Willem menyebut pemberdayaan UMKM, digitalisasi kaderisasi, dan pembangunan jaringan kolaboratif lintas komunitas akan menjadi prioritas.

KLB juga memberi mandat penuh kepada Willem sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan lengkap DPP Bara JP periode 2025-2030. Susunan kepengurusan dijadwalkan rampung dan diumumkan paling lambat akhir Juli 2025.

Salah satu pendiri Bara JP, Sihol Manullang, turut hadir dan mengingatkan kembali semangat awal pendirian organisasi pada 15 Juni 2013.

“Bara JP lahir dari semangat kerelawanan, gotong royong, dan komitmen merawat demokrasi. Kami bukan sekadar relawan kampanye, tapi mitra kritis-konstruktif pemerintah dan jembatan aspirasi rakyat demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tandas Sihol.