SimpulRakyat.co.id, Manggarai Timur – Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Kupang dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Sambi Rampas, Bedah film perbedaan Komodo yang berada di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dan komodo/rugu yang berada di Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (9/9).

Dalam Nonton bareng (Nobar) ini, dihadiri seluruh siswa siswi SMPN 7 Sambi Rampas, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kordinator Pariwisata Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Manggarai Timur dan masyarakat Kecamatan Sambi Rampas.

Fikra Imansyah selaku bidang Humas berharap, agar Dinas Pariwisata untuk lebih memperhatikan potensi wisata yang ada di Desa Desa. Sebab, Komodo Manggarai Timur ini bukan saja di kenal oleh masyarakat setempat saja namun sudah terdengar sampai diluar Manggarai Timur namun terkendala dengan kurang ekspos.

Tentu agar hal ini bisa dijangkau oleh lapisan masyarakat luar bahkan sampai wisatawan perlu campur tangan Pemerintah Daerah.

“Harapannya Pemerintah Daerah bisa mengekspos agar di kenal oleh orang orang luar Manggarai Timur. Bahkan jika perlu sampai menasional,” tutur Imam.

Lanjut ia katakan, Komodo yang berada di Manggarai Timur, ini perlu Pemda Manggarai Timur mengikuti langkah langkah yang telah dilakukan oleh Pemda Manggari Barat agar bisa terekspos dengan baik dan cepat diketahui oleh semua lapisan wisatawan.

“Agar pariwisata komodo/rugu di Manggarai Timur ini di kitetahui oleh semua lapisan wisatawan saya kira perlu Pemda Matim melakukan koordinasi dengan Pemda Mabar, bisa saja konsepnya semacam pameran begitu,” tambah Imam.

Arsyad selaku Koordinator Pariwisata Pantura Manggarai Timur, menjelaskan bahwa ada perbedaan Komodo/rugu yang berada di Manggarai Timur dan Manggarai Barat. Di Manggarai Barat Komodonya itu berwarna gelap dan berbadan besar. Sementara komodo/rugu yang ada di Manggarai Timur, itu warnanya cerah, badannya agak ramping.

“Ada perbedaan yang unik di antara keduanya namun, keduanya berasal dari spesies yang sama. Juga Komodo disini masih berada di kawasan ekosistem esensial bukan kawasan lindung seperti di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar,” terangnya.

Di tempat yang sama, Dzamaludin Husen, perwakilan dari tokoh masyarakat menyampaikan bahwa hari ini kita jarang sekali mengadakan kegiatan seperti ini yang dimana memperkenalkan potensi daerah khususnya disektor pariwisata.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh teman teman Mahasiswa KKN Unismuh Kupang, yang memiliki inisiatif mengadakan kegiatan ini. Semoga kalian ini nantinya mampu mengkoordinasi dengan pihak pemda bahwa ada sesuatu didaerah, di desa kami Desa Nanga Mbaling yang perlu perhatian kusus dari pemerintah,” pungkasnya.