SimpulRakyat.co.id, Kaltara – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Utara (Kaltara), Rahmawati Zainal, mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) khusus di Kaltara kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Usulan tersebut disampaikan Rahmawati kepada Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus.

Dalam pertemuan itu, Rahmawati juga meminta pemerintah memperbaiki fasilitas kesehatan serta memperkuat pelayanan medis di wilayah perbatasan.

Rahmawati mengatakan, Kaltara hingga kini belum memiliki RSJ yang berdiri secara khusus. Pelayanan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih dilakukan di rumah sakit umum.

“RS Jusuf SK sejauh ini menjadi satu-satunya benteng perawatan pasien jiwa di Kaltara. Masyarakat ODGJ yang dirawat di sana tak cuma datang dari Kota Tarakan, melainkan melingkupi berbagai kabupaten lain,” kata Rahmawati, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Rahmawati, keterbatasan ruang membuat pelayanan rehabilitasi jangka panjang bagi pasien ODGJ, khususnya pasien fase pasca-akut, belum dapat dilakukan secara maksimal.

Padahal, kata dia, sejumlah pasien membutuhkan proses pemulihan dan pendampingan secara intensif serta berkelanjutan.

Beban pelayanan RSUD dr. H. Jusuf SK di Tarakan juga bertambah karena pasien yang ditangani berasal dari berbagai wilayah Kaltara. Termasuk di antaranya pasien ODGJ yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah yang dideportasi dari Malaysia melalui Nunukan.

“Termasuk pemulihan bagi pasien ODGJ dari jalur deportasi PMI Malaysia di Nunukan yang akhirnya ditangani di Kaltara. Oleh sebab itu, kami sangat mengusulkan hadirnya RSJ khusus agar manajemen penanganannya jauh lebih terfokus dan optimal,” ujarnya.

Selain mengusulkan pembangunan RSJ, Rahmawati meminta pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan.

Menurut dia, kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi antardaerah menjadi tantangan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kondisi faskes perbatasan wajib jadi prioritas. Warga yang tinggal di pelosok perbatasan berhak memperoleh akses kesehatan yang bermartabat dan tidak lagi harus bersusah payah saat butuh pertolongan medis,” katanya.

Rahmawati mengatakan, usulan pembangunan RSJ khusus, perbaikan fasilitas kesehatan, dan penguatan layanan kesehatan di perbatasan telah disampaikan kepada Kemenkes.

“Segala poin aspirasi ini sudah kami serahkan ke Kemenkes dan Wamenkes. Besar harapan kami hal ini segera ditindaklanjuti secara nyata. Pak Wamenkes menyambut positif, bahkan berencana melakukan kunjungan kerja langsung ke Kaltara,” ujarnya. (James)