SimpulRakyat.co.id, Makassar – Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) melaksanakan Shalat Istisqa di Lapangan Bola Kompleks Dr Tajuddin Chalid, Jalan Berua Raya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (20/9/2026) kemarin.

Shalat Istisqa digelar sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang melanda sejumlah wilayah Makassar.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Memohon Rahmat dan Hujan dari Allah SWT untuk Keselamatan Negeri dan Kesejahteraan Umat”. Warga LDII mengikuti rangkaian Shalat Istisqa dan khutbah secara berjamaah.

Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, H Asdar Mattiro, mengatakan pelaksanaan Shalat Istisqa merupakan bentuk kontribusi warga LDII dalam menindaklanjuti imbauan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Kita melanjutkan apa yang diperintahkan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah. Kita sebagai warga negara yang baik memberikan kontribusi, mengetuk pintu langit agar Allah mendengarkan doa kita,” ujar Asdar.

Asdar juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang hadir dan berharap pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi amal jariyah bagi seluruh warga LDII.

“Terima kasih atas kehadirannya. Semoga ini menjadi amal jariyah dan semoga Allah memberikan keberkahan dengan menurunkan hujan,” katanya.

Asdar mengatakan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Makassar turut dirasakan masyarakat. Berkurangnya ketersediaan air, kata dia, membuat masyarakat ikut merasakan dampak kemarau.

“Kita melihat kondisi yang terjadi di Makassar, kekeringan di mana-mana dan kekurangan air. Kami ikut prihatin karena merasakan dampaknya. Kami berharap dari Shalat Istisqa ini, Allah SWT menurunkan hujan,” ungkapnya.

Menurut Asdar, pemerintah juga telah melaksanakan Shalat Istisqa sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi kemarau. LDII, kata dia, ingin turut mengambil bagian dalam ikhtiar tersebut.

“Semoga Allah mau bermurah hati dan memberikan pertolongan-Nya sehingga hujan bisa turun dan kekeringan ini bisa berlalu. LDII ingin menjadi bagian dan berkontribusi dengan Shalat Istisqa agar doa dari salah satu kami bisa dijabah,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan, Sanusi Fattah, yang bertindak sebagai imam Shalat Istisqa, mengatakan pelaksanaan ibadah tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam dalam menghadapi kondisi kemarau.

“Seperti inilah umat Islam menyikapi kondisi kemarau. Kami melakukan Shalat Istisqa dengan berkumpul di lapangan bersama-sama dan melakukan ikhtiar,” ujar Sanusi.

Sanusi menjelaskan, tata cara Shalat Istisqa memiliki kemiripan dengan Shalat Id, yakni dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Setelah shalat, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan dua khutbah. Dalam khutbah kedua terdapat doa untuk memohon turunnya hujan. (**)