SimpulRakyat.co.id, Tanjung Selor – Pembangunan Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Keterlibatan generasi muda melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, kreativitas, dan kolaborasi antarkomunitas juga dinilai penting untuk menentukan arah pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Ketua Serikat Pemuda Jawa (SPJ) Provinsi Kaltara, Wiwit Susanto, saat berbincang dengan Bendahara PWI Sulsel sekaligus Direktur Utama PT Pedoman Rakyat Utama James Wehantouw dan Dewan Redaksi serta Manajer Iklan Media Pedomanrakyat.co.id Muh Thalib Ramadhan di Kafe Teras Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor, Minggu (13/9/2026).
Menurut Wiwit, organisasi kepemudaan tidak semestinya hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi harus mampu mempertemukan berbagai potensi anak muda untuk melahirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dia mendorong pemuda Kaltara tidak bersikap pasif atau hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan. Pemuda, kata dia, harus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kreativitas, serta membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas.
“Anak muda mesti pandai berkolaborasi dan mampu menekan ego kelompok. Jika seluruh potensi pemuda berpadu, daya dorongnya bagi pembangunan Kaltara tentu akan jauh lebih optimal,” kata Wiwit.
Menurut dia, semangat tersebut perlu diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. SPJ Kaltara, lanjut Wiwit, berupaya membuka ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, dan kebudayaan.
Kegiatan tersebut antara lain pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aksi sosial, pelestarian budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Wiwit menilai sektor UMKM menjadi salah satu ruang penting bagi pemuda untuk belajar mandiri sekaligus ikut memperkuat perekonomian lokal.
Pemuda, kata dia, perlu didorong tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang usaha dan mengembangkan produk unggulan daerah.
Selain ekonomi, kegiatan sosial dan kebudayaan dinilai penting untuk membangun kepedulian dan memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Pemuda dituntut memiliki kualitas. Kita perlu memacu peningkatan SDM, memperluas panggung kreativitas, dan memberi kesempatan bagi anak muda untuk tampil. Berikan mereka ruang untuk belajar, berproses, dan membuktikan potensinya,” ujarnya.
Dia mengatakan organisasi kepemudaan juga memiliki peran sebagai penghubung berbagai potensi yang ada di masyarakat. Perbedaan latar belakang dan komunitas, menurut dia, seharusnya tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama.
“Perbedaan latar belakang maupun komunitas jangan sampai menjadi tembok pemisah, melainkan amunisi untuk saling melengkapi demi menghadirkan gagasan segar bagi Kaltara,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wiwit juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kaltara terhadap kegiatan kepemudaan dan kemasyarakatan.
Dia secara khusus menyebut Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang sebagai pemimpin yang dinilai memberikan perhatian terhadap dinamika kepemudaan di daerah.
Menurut Wiwit, dukungan pemerintah penting untuk membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda agar dapat berkontribusi dalam pembangunan.
“Bila pemerintah membukakan jalan dan pemuda menyambutnya dengan karya nyata serta kreativitas, dampaknya akan sangat dahsyat. Pemerintah memegang regulasi dan fasilitas, sedangkan pemuda memegang energi, gagasan, dan jejaring di lapangan. Sinergi inilah yang harus kita kencangkan,” jelasnya.
Wiwit yang juga menjabat Ketua Karang Taruna Kaltara menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kegiatan kepemudaan diharapkan tidak berhenti pada agenda seremonial, tetapi diarahkan pada karya dan kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat.
“Anak muda harus berani unjuk kebolehan, berani mengeksekusi ide, dan berani mengemban tanggung jawab. Saat kita solid dan bergerak beriringan, pemuda bukan cuma jadi tumpuan masa depan, tapi juga motor utama pembangunan Kaltara hari ini,” pungkas Wiwit. (*)


Tinggalkan Balasan