SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Polemik mencuat di lingkungan Puskesmas Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Seorang tenaga kesehatan mengungkap adanya dugaan tindakan sepihak oleh Kepala Puskesmas yang dinilai merugikan dan dikhawatirkan mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan.
Kepala Puskesmas diduga menjadikan alasan jarang datang ke tempat tugas sebagai sebab belum dibayarkannya hak tersebut. Namun pihak tenaga kesehatan membantah alasan itu dan menilainya tidak berdasar.
Menurut keterangannya, persoalan ini bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku telah dua kali menerima surat peringatan, sementara hak pembayaran yang menjadi kewajibannya belum diterima selama kurang lebih satu tahun.
“Kami sangat dirugikan dengan tindakan yang dilakukan Kepala Puskesmas. Kami sudah dua kali diberikan surat peringatan. Gaji kami sudah satu tahun tidak dibayarkan,” ungkapnya.
Ia juga mempersoalkan dugaan pemotongan jasa tindakan medis tanpa penjelasan yang transparan.
“Yang paling miris, jasa tindakan medis kami juga dipotong tanpa alasan yang jelas,” lanjutnya.
Tokoh masyarakat Kepulauan Mamal turut menyampaikan keprihatinan. Keberadaan tenaga medis sangat vital di wilayah kepulauan, sehingga persoalan internal tidak boleh berdampak pada pelayanan kepada warga.
“Kami sangat membutuhkan tenaga medis di sini. Jangan sampai persoalan internal justru mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Anggota DPRD Kabupaten Pangkep dari Fraksi Golkar Komisi II, Muchtar Sali, turut menyayangkan persoalan ini. Pernyataan disampaikan saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, penyelesaian harus dilakukan melalui mekanisme yang jelas, profesional, dan berkeadilan.
“Kalau ada persoalan, jangan begitu gampang memberi sanksi atau menahan hak. Perlu diperiksa secara objektif apa alasan sebenarnya,” kata Muchtar Sali.
Ia mendorong pemeriksaan menyeluruh mencakup dugaan penahanan pembayaran, pemotongan jasa tindakan medis, serta kebenaran alasan yang dikemukakan pihak manajemen. Persoalan ini dinilai perlu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pangkep.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Puskesmas Liukang Kalmas belum memberikan keterangan atau klarifikasi.


Tinggalkan Balasan