SimpulRakyat.co.id, Polewali Mandar – Kesiapsiagaan jajaran UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Polewali Mandar kembali diuji. Di tengah padatnya agenda koordinasi lintas sektoral, personel Damkar Polman bergerak cepat menangani dua insiden Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Matakali dan Kecamatan Tinambung, Selasa (01/09/2026).
Laporan kebakaran pertama diterima Mako Damkar Polman pada pukul 12.38 WITA. Api melahap area lahan terbuka berisi sisa tebangan kayu di dekat bukit Jalan Bunga-Bunga, belakang BTN Grand Sulawesi, Kelurahan Patampanua, Kecamatan Matakali.
Menanggapi laporan warga, Komandan Operasional sekaligus Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M., segera mengerahkan Regu C dengan dua unit armada dari Pos Induk Matakali. Tiba di lokasi dalam waktu lima menit, tepatnya pukul 12.43 WITA, petugas langsung bergotong royong melokalisasi kobaran api yang kian membesar akibat hembusan angin kencang dan kondisi vegetasi yang kering. Kebakaran tersebut diduga dipicu kelalaian dari aktivitas pembakaran arang di sekitar lokasi.
Dalam proses penanganan di lapangan, personel kepolisian dari Polres Polman turut hadir bahu-membahu membantu pengamanan area. Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam 48 menit, terhambat tumpukan vegetasi kayu yang terus memicu titik api baru, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Di saat sebagian personel berjibaku di Matakali, perwakilan Damkar Polman lainnya menghadiri Rapat Koordinasi Satgas Karhutla di Kodim 1402 Polman, Jalan Mr. Muh. Yamin, Madatte, pada pagi hari pukul 08.43 WITA. Rakor tersebut berfokus pada pembentukan Pos Jaga Satgas Karhutla guna memperkuat pengawasan wilayah.
Tak berselang lama setelah penanganan di Matakali, laporan kebakaran susulan masuk pada pukul 15.05 WITA di Dusun Lombok, Desa Galung Lombok, Kecamatan Tinambung. Petugas dari Damkar Pos Kecamatan Tinambung langsung bergerak cepat mengamankan lokasi.
Berdasarkan pendataan awal, kebakaran melahap area seluas 5,21 hektar yang mayoritas ditumbuhi vegetasi liar dan tanaman pakan ternak kambing milik warga. Penanganan cepat oleh Pos Tinambung berhasil mencegah perembetan api ke area yang lebih luas.
Seluruh insiden yang terjadi hari ini langsung terintegrasi dalam sistem pendataan terpadu. Staf Damkar Polman yang juga bertindak sebagai Person in Charge (PIC) Polewali Mandar untuk Satgas Karhutla Sulbar berkolaborasi erat dengan internal UPTD Damkar Polman dan BPBD Polman.
Kolaborasi ini berhasil menyukseskan rekapitulasi data komprehensif periode Januari hingga Agustus 2026 yang mencakup tiga indikator utama: Kejadian Karhutla, Kejadian Kebakaran Pemukiman dan Gedung, serta Pemetaan Kekeringan dan Penyaluran Bantuan Air Bersih.
Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, S.IP., M.M., memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh anggota di lapangan serta sinergi dari instansi mitra.
“Hari ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan personel kami. Di saat perwakilan regu menghadiri Rakor pembentukan Pos Jaga di Kodim 1402, tim di Pos Induk Matakali dan Pos Tinambung tetap sigap merespons laporan kebakaran di wilayah masing-masing,” ujar Imran.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan jajaran kepolisian sekaligus mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada personel Polres Polman yang turut membantu di lapangan. Insiden di Matakali yang dipicu aktivitas pembakaran arang harus menjadi pelajaran bersama. Kami imbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran tanpa pengawasan. Melalui rekapitulasi data yang kami kembangkan bersama BPBD dan Satgas Sulbar, setiap kejadian akan terekam presisi sebagai bahan evaluasi pencegahan ke depan,” tegasnya. (ARB)


Tinggalkan Balasan