SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau (MYL), mendorong optimalisasi potensi lahan penggaraman sekitar 1.400 hektare untuk meningkatkan produksi sekaligus perekonomian masyarakat pesisir.
Dari total potensi tersebut, sekitar 700 hektare di antaranya telah dimanfaatkan untuk produksi garam rakyat.
Hal itu disampaikan MYL saat meninjau panen garam di Kelurahan Bori Masunggu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (16/9/2026).
Hingga Agustus 2026, petani garam di wilayah tersebut disebut telah menghasilkan sekitar 12 ton garam olahan.
MYL mengatakan, potensi lahan penggaraman di Pangkep perlu terus dikembangkan agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Menurut dia, dengan asumsi produktivitas mencapai sekitar 50 ton per hektare dalam satu musim, potensi produksi dari 1.400 hektare lahan dapat mencapai sekitar 70.000 ton per musim jika seluruh lahan dimanfaatkan dengan tingkat produktivitas tersebut.
“Kalau satu hektare menghasilkan 50 ton per musim, kalau dikalikan, ada 70.000 ton yang bisa kita hasilkan. Ini bisa berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat,” kata MYL.
Dia mengatakan, pemerintah daerah mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas garam melalui pemanfaatan teknologi serta pengelolaan usaha yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani.
MYL juga meminta masyarakat yang menerima bantuan pemerintah memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal untuk meningkatkan produktivitas usaha.
“Kami titipkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan bantuan dengan baik. Kita harap perekonomian keluarga meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pangkep, Muhammad Arsyad Djamal, mengatakan terdapat tiga wilayah utama yang memiliki potensi penggaraman, yakni Kecamatan Labakkang, Ma’rang, dan Bungoro.
Menurut Arsyad, salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah kepada petani garam adalah pemberian bantuan geomembran kepada kelompok petambak.
“2026 ada 31 kelompok yang dapat bantuan, tahun 2025 ada 50 kelompok. Alhamdulillah, perhatian pemerintah sangat besar kepada petambak garam,” kata Arsyad.
Penggunaan geomembran diharapkan dapat membantu pengelolaan lahan produksi sekaligus meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan.
Pemkab Pangkep juga terus mendorong optimalisasi lahan yang belum tergarap agar potensi produksi garam rakyat dapat dikembangkan secara bertahap dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. (**)


Tinggalkan Balasan