SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Aliansi Buruh/Pekerja Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menyoroti persoalan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah setempat, Sabtu (12-09-2026).

Kelangkaan BBM dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya para pekerja yang setiap hari membutuhkan bahan bakar untuk menunjang mobilitas dan kegiatan ekonomi.

Aliansi Buruh/Pekerja meminta pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah konkret guna memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.

“BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, termasuk buruh dan pekerja. Jika terjadi kelangkaan dan masyarakat harus mengantre panjang, tentu sangat mengganggu aktivitas dan produktivitas,” tegas Ketua Aliansi Buruh/Pekerja Kabupaten Pangkep, Danial Abadi.

Selain menghambat mobilitas, kelangkaan BBM dikhawatirkan memicu kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menekan perekonomian warga secara luas.

Aliansi mendesak Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak, serta pengelola SPBU memperketat pengawasan distribusi agar pasokan tetap tersedia dan dapat diperoleh secara wajar.

Mereka juga mendorong keterbukaan informasi mengenai penyebab kelangkaan serta langkah penanganan yang sedang atau akan dilakukan.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya. Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan dan ketersediaan BBM kembali normal,” tambahnya.

Danial Abadi, juga menegaskan pihaknya akan terus menyuarakan kepentingan masyarakat dan pekerja, terutama menyangkut kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kehidupan ekonomi.