SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Assamaturu Tonasa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) berkolaborasi dengan PT Semen Tonasa untuk memperkuat pembinaan usaha mikro dan kecil (UMK) serta pengelolaan komunikasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kolaborasi tersebut menghasilkan sejumlah perangkat yang dapat digunakan Unit TJSL PT Semen Tonasa, mulai dari e-catalog UMK, Kurikulum Tonasapreneur dan modul pelatihan, hingga perangkat pengelolaan media sosial berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini berangkat dari hasil observasi dan wawancara mahasiswa bersama Tim TJSL PT Semen Tonasa dan pelaku UMK binaan di lapangan. Hasil tersebut kemudian dipaparkan kepada manajemen Unit TJSL PT Semen Tonasa di Kantor Pusat perusahaan, Jumat (7/8/2026) kemarin.

Pemaparan ini dihadiri Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa Abbas, TJSL & Comdev Officer H Mustakim, Administration & Finance Officer Martsel Kiding Allo, serta TJSL & Comdev Jr Officer Muh Syahreza Rifti.

Sebanyak sembilan mahasiswa dari berbagai jurusan terlibat dalam program tersebut. Bersama Tim TJSL PT Semen Tonasa, mereka melakukan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan pembinaan UMK sekaligus mengevaluasi pengelolaan media sosial TJSL.

Dari proses tersebut, mahasiswa menemukan tiga persoalan utama. Pertama, UMK binaan belum memiliki media promosi terpadu yang dapat dikelola secara mandiri. Kedua, materi pembinaan belum tersusun dalam kurikulum yang terstruktur dan berjenjang. Ketiga, pengelolaan media sosial TJSL masih perlu diperkuat agar jangkauan dan performa konten lebih optimal.

Pada sisi media sosial, akun Instagram TJSL PT Semen Tonasa, @tjsl.sementonasa, sebelumnya mencatat sekitar 913 tayangan dalam periode pengamatan. Jangkauan konten juga masih didominasi pengikut, sementara pola publikasi belum konsisten.

Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa Abbas bersama jajaran Unit TJSL dan mahasiswa KKN-T Assamaturu Tonasa Gelombang 116 Unhas. (Foto: Ist)

Temuan tersebut kemudian dikembangkan mahasiswa bersama Tim TJSL menjadi perangkat yang tidak hanya digunakan selama pelaksanaan KKN-T, tetapi juga dapat dilanjutkan dan diperbarui oleh perusahaan setelah program berakhir.

“Kami ingin meninggalkan perangkat yang benar-benar bisa dipakai, bukan sekadar dokumen. Baik katalog dan kurikulum UMK maupun template media sosial kami rancang agar dapat diperbarui sendiri oleh pihak TJSL,” ujar salah satu mahasiswa KKN-T dalam pemaparan tersebut.

Diketahui, salah satu hasil kolaborasi tersebut adalah e-catalog UMK berbasis platform yang dapat diedit dan diperbarui. Katalog ini memuat produk lima UMK binaan PT Semen Tonasa, yakni Diva Bandeng, Aisnack, MORA, Abon Bunda Alif, dan DIDaDaKu.

Kehadiran e-catalog tersebut diharapkan dapat menjadi media promosi terpadu bagi UMK binaan sekaligus memudahkan perusahaan memperbarui informasi produk tanpa harus membuat katalog baru dari awal.

Mahasiswa juga menyusun Kurikulum Tonasapreneur bertajuk “Merangkai Kolaborasi, Menumbuhkan Keberlanjutan”. Kurikulum tersebut mengelompokkan materi pembinaan ke dalam tiga pilar, yakni keuangan dan pembukuan; pemasaran digital dan media sosial; serta branding, kemasan, dan legalitas usaha.

Materi pembinaan kemudian disusun berdasarkan tiga level kematangan usaha dan dikembangkan menjadi modul pelatihan. Dengan pendekatan tersebut, materi dapat digunakan kembali dalam kegiatan pembinaan berikutnya sesuai dengan tingkat perkembangan masing-masing UMK.

Selain pembinaan UMK, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan komunikasi program TJSL melalui media sosial.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa turut membantu pengelolaan akun Instagram TJSL PT Semen Tonasa dengan menyusun dan memublikasikan konten edukatif secara terjadwal.

Hasilnya, jumlah tayangan konten meningkat dari 913 menjadi 35.456. Pertumbuhan pengikut bersih juga meningkat dari 35 menjadi 116 akun.

Format carousel menjadi salah satu format yang memberikan kontribusi terbesar terhadap tayangan konten selama program berlangsung.

Untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan media sosial, mahasiswa juga menyiapkan template konten berbasis SDGs yang dilengkapi panduan penggunaan, akses melalui kode QR, dan brand guideline.

Perangkat tersebut dirancang agar Unit TJSL PT Semen Tonasa memiliki acuan yang lebih seragam dalam memproduksi dan memublikasikan konten program, sekaligus menjaga konsistensi identitas komunikasi perusahaan.

Sementara itu, Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa Abbas mengapresiasi hasil program yang dikembangkan mahasiswa KKN-T Unhas tersebut.

“Saya mewakili manajemen memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik KKN 116 Assamaturu Tonasa, khususnya kelompok program kerja UMK dan Media Sosial TJSL atas hasil kerja yang luar biasa,” kata Abbas.

Menurut Abbas, perangkat yang dihasilkan mahasiswa dapat membantu Unit TJSL PT Semen Tonasa dalam memperkuat pembinaan UMK, termasuk mendukung program UMK Naik Kelas.

“Ini sangat membantu TJSL PT Semen Tonasa dalam pembinaan UMK. Hasilnya di luar ekspektasi saya dan diharapkan dapat memberikan manfaat serta mendukung keberlanjutan program TJSL ke depannya,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Unit TJSL PT Semen Tonasa selanjutnya dapat memanfaatkan e-catalog, Kurikulum Tonasapreneur beserta modul pelatihan, serta perangkat media sosial yang telah disusun mahasiswa.

Dengan demikian, hasil KKN-T tidak berhenti pada aktivitas mahasiswa selama masa pengabdian. Perangkat yang dihasilkan dapat terus dikembangkan dan digunakan perusahaan untuk memperkuat pembinaan UMK sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi program TJSL.

Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa program KKN-T dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi akademik dalam menjawab kebutuhan nyata di lapangan, sementara perusahaan memperoleh perangkat pendukung yang dapat dimanfaatkan untuk keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. (**)