SimpulRakyat.co.id, Pangkep – PT Semen Tonasa menerima kunjungan Tim Asesor UNESCO Global Geopark dalam rangka proses revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep, Sabtu (01/08/2026).
Salah satu agenda utama adalah peninjauan ke Taman Kehati dan Geosite Bulu Sipong yang berada di kawasan operasional perusahaan, sebagai bagian dari evaluasi pengelolaan lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, serta upaya pelestarian warisan budaya.
Rombongan Tim Asesor yang dipimpin Soojae Lee dari Korea Selatan dan Xiaoping Qiu dari Tiongkok disambut langsung oleh Direktur Operasi PT Semen Tonasa, Mochamad Alfin Zaini, bersama jajaran manajemen, unsur pemerintah, dan para pemerhati lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Mochamad Alfin Zaini menegaskan bahwa aspek keberlanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi perusahaan. Keberhasilan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga kontribusi nyata menjaga kelestarian lingkungan, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya bagi masa depan.
Ia menjelaskan kawasan Karst Bulu Sipong, termasuk di dalamnya Gua Bulu Sipong yang menyimpan salah satu seni cadas figuratif tertua di dunia, adalah aset berharga yang telah diakui dunia. Oleh karenanya, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi di kawasan ini, kami berkomitmen memastikan setiap aktivitas selaras dengan prinsip pelestarian. Kami juga menjadikan rekomendasi Council on Ethics Pemerintah Norwegia, kajian ahli arkeologi independen, serta masukan UNESCO dan pemangku kepentingan sebagai dasar penyempurnaan tata kelola perusahaan,” ujarnya.
Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan pengelolaan kawasan konservasi, pengembangan Taman Kehati, dukungan pelestarian Geosite Bulu Sipong, serta kerja sama erat dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, pemerintah daerah, dan akademisi. Perusahaan juga memperketat pengamanan untuk mencegah tindakan vandalisme, disertai edukasi kepada masyarakat luas.
Di akhir sambutannya, ia menegaskan pelestarian budaya dan keberlanjutan industri bukanlah dua hal yang bertentangan.
“Keduanya dapat berjalan beriringan lewat tata kelola yang baik, penerapan prinsip ESG, kepatuhan aturan, dan kolaborasi kuat. Ke depan kami terus perbaiki praktik pertambangan yang bertanggung jawab dengan mengedepankan konservasi dan transparansi sebagai bagian dari Peta Jalan Keberlanjutan Semen Tonasa,” tegasnya.


Tinggalkan Balasan