SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Assamaturu Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mempresentasikan hasil pemetaan sosial (Social Mapping) di wilayah rencana pengembangan lahan tambang kepada Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa, Jumat (7/8/2026) kemarin.

Pemetaan tersebut memuat kondisi masyarakat, potensi wilayah, kebutuhan warga, pemangku kepentingan, serta sejumlah isu strategis di kawasan rencana pengembangan tambang.

Hasil kajian itu diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan PT Semen Tonasa dalam menyusun program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di wilayah tersebut.

Diketahui, presentasi ini berlangsung di Kantor PT Semen Tonasa dan menjadi bagian dari penyampaian hasil kajian yang dilakukan mahasiswa selama menjalani KKN.

TJSL & Comdev Jr Officer PT Semen Tonasa, Muh Syahreza Rifti, mengatakan pemetaan sosial penting dalam proses perencanaan program karena memberikan gambaran mengenai kondisi serta kebutuhan masyarakat di suatu wilayah.

“Social mapping merupakan salah satu dokumen yang sangat penting dalam proses perencanaan. Melalui dokumen ini, program dapat dirancang secara partisipatif sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan potensi serta mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Syahreza.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Assamaturu Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mempresentasikan hasil pemetaan sosial (Social Mapping). (Foto: Ist)

Menurut dia, hasil pemetaan mahasiswa dapat menjadi masukan bagi Unit TJSL PT Semen Tonasa dalam memperbarui dokumen Social Mapping yang telah dimiliki di 12 desa lingkar perusahaan.

“Apa yang dilakukan teman-teman hari ini menjadi penguatan bagi kami untuk terus memperbarui dokumen social mapping yang ada. Hasil ini juga akan menjadi bahan penting dalam menyusun perencanaan TJSL yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Pendamping Unit TJSL PT Semen Tonasa, Ruslan Ali, mengatakan penyusunan Social Mapping menjadi salah satu program kerja yang menantang bagi mahasiswa.

Menurut dia, kegiatan tersebut membutuhkan kemampuan komunikasi, koordinasi, analisis, serta adaptasi karena mahasiswa harus berinteraksi langsung dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Program ini menguras tenaga, pikiran, koordinasi, komunikasi, bahkan mental karena kita berhadapan langsung dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan. Namun justru dari proses tersebut lahir kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan menyelesaikan persoalan yang menjadi bekal penting bagi mahasiswa,” kata Ruslan.

Dia menilai hasil pemetaan yang dipresentasikan mahasiswa sudah cukup baik, meski masih memerlukan penyempurnaan, terutama dalam aspek validasi dan penyajian data.

“Saya melihat sekitar 90 persen hasil yang telah disusun sudah berada pada jalur yang tepat. Tinggal dilakukan penyempurnaan agar dokumen ini semakin kuat sebagai dasar pengambilan keputusan bagi PT Semen Tonasa dalam merancang program-program yang benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Program Kerja Social Mapping KKN Tematik Assamaturu Unhas, Radian Dwi Imam Ar’rafi, mengatakan penyusunan dokumen dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari observasi lapangan, dialog dengan masyarakat, hingga analisis potensi dan persoalan wilayah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Tonasa, khususnya Unit TJSL beserta seluruh tim pendamping, yang telah memberikan kepercayaan sekaligus ruang belajar bagi kami selama proses penyusunan social mapping,” kata Radian.

Dia berharap hasil pemetaan tersebut tidak hanya menjadi luaran KKN, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat di wilayah rencana pengembangan tambang.

“Harapan kami, dokumen ini dapat memberikan manfaat nyata bagi PT Semen Tonasa dalam merancang program-program TJSL yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Setelah dipresentasikan, dokumen Social Mapping akan disempurnakan berdasarkan masukan dari Unit TJSL PT Semen Tonasa sebelum ditetapkan sebagai dokumen akhir.

Dokumen tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi salah satu referensi perusahaan dalam merancang program pemberdayaan masyarakat berdasarkan kondisi sosial, potensi, dan kebutuhan di wilayah rencana pengembangan tambang.