SimpulRakyat.co.id, Jakarta – Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR) menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sebagai momentum mempererat silaturahmi warga Wija To Luwu (WTL) sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tanah rantau.
Peringatan Maulid digelar di kediaman Ketua Umum BPP KKLR periode 2025-2027, H Arsyad Kasmar, di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim dari berbagai panti asuhan.
Ratusan warga WTL yang berdomisili di wilayah Jabodetabek menghadiri kegiatan tersebut. Sejumlah anak yatim juga turut hadir dalam acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar mengatakan, peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga Luwu Raya untuk menjaga hubungan persaudaraan di perantauan.
Dia mengingatkan warga WTL agar tidak hanya menjaga hubungan dengan sesama warga Luwu, tetapi juga membangun hubungan baik dengan masyarakat dari berbagai latar belakang di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Silaturahmi dengan sesama Wija To Luwu (WTL) maupun sesama etnis atau suku-suku yang lain, karena kita hidup selalu berdampingan dengan komunitas masyarakat dari berbagai suku bangsa yang berbeda keyakinan dan adat istiadat,” kata Arsyad.
Menurut dia, warga Luwu Raya di Jabodetabek perlu membangun hubungan yang harmonis dan berkolaborasi dengan masyarakat sekitar.
“Mari menjalin harmonisasi dan kolaborasi dengan masyarakat sekitar, di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung,” ujarnya.
Selain memperkuat silaturahmi, kepedulian terhadap anak yatim menjadi bagian dari kegiatan Maulid yang digelar BPP KKLR.
Arsyad mengajak warga WTL, khususnya ibu-ibu Muslim di Jabodetabek, untuk mengembangkan kegiatan keagamaan melalui majelis taklim. Ia menyatakan siap menyediakan tempat di kediamannya untuk kegiatan pengajian secara rutin.
Kegiatan tersebut, kata Arsyad, dapat menjadi wadah pembinaan keagamaan sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan sosial, termasuk pemberian santunan kepada anak yatim.
Arsyad mengatakan, kepeduliannya terhadap anak yatim juga dipengaruhi pengalaman masa kecilnya yang pernah kehilangan orangtua.
“Saya anak yatim waktu kecil, jadi saya merasakan bagaimana hidup tanpa orangtua. Maka mari kita mencintai dan berbagi kepada anak yatim/piatu,” tuturnya.
Hikmah Maulid dalam kegiatan tersebut disampaikan Ustaz H Muhammad Nur Maulana. Acara itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal BPP KKLR sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal BPP KKSS, H Jaya Lupu, serta sejumlah tokoh dan warga WTL Jabodetabek.
Jaya Lupu mengatakan, kegiatan keagamaan yang dirangkaikan dengan aksi sosial merupakan bagian dari agenda rutin BPP KKLR.
Menurut dia, organisasi tersebut secara berkala menggelar kegiatan untuk memperingati hari besar keagamaan dan kebangsaan, serta sejumlah momentum penting bagi masyarakat Luwu Raya.
Kegiatan tersebut antara lain Maulid Nabi Muhammad SAW, Tahun Baru Islam, peringatan HUT Kemerdekaan RI, buka puasa bersama, Halal Bihalal atau Silaturahmi Nasional, Hari Jadi Luwu, hingga Hari Perjuangan Rakyat Luwu.
“Dalam rangkaian acara keagamaan selalu dibarengi dengan bakti sosial, di antaranya menyantuni anak yatim,” kata Jaya.
Ia mengatakan, BPP KKLR juga telah memiliki majelis taklim dengan anggota yang mencapai ratusan orang. Majelis tersebut direncanakan menggelar pengajian secara rutin di kediaman Ketua Umum BPP KKLR.
“Alhamdulillah, rumah beliau menjadi tempat perekat sesama Wija To Luwu (WTL) maupun warga setempat,” ujarnya.
Menurut Jaya, kegiatan keagamaan dan sosial tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarwarga Luwu Raya di Jabodetabek, tetapi juga mendorong mereka untuk tetap berkontribusi positif di lingkungan tempat tinggalnya. (*)


Tinggalkan Balasan