SimpulRakyat.co.id, Luwu – Suasana meriah menyelimuti kawasan tanggul Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu. Ribuan warga memadati tepian tanggul untuk menyaksikan dan menyemangati para peserta lomba dayung yang digelar masyarakat setempat, Jumat (14/08/2026).
Bukan sekadar perlombaan biasa, kegiatan ini berubah menjadi pesta rakyat yang menghadirkan kegembiraan dan kehangatan kebersamaan. Puluhan peserta dari berbagai kelompok usia tampak mengayuh sekuat tenaga menuju garis finis, disambut tepuk tangan dan sorak-sorai penonton yang tak kunjung henti.
Lomba dayung perdana ini diikuti 60 peserta dalam kelas terbuka tanpa pembagian kategori usia. Setiap kali perlombaan berlangsung, lima peserta bersaing secara langsung. Panitia telah menyiapkan hadiah untuk enam peraih juara, dengan juara pertama berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp500 ribu, disusul hadiah bagi peraih posisi berikutnya.
Sorak penonton kian memuncak saat tingkah lucu dan aksi spontan para peserta mewarnai perlombaan. Peserta yang beragam usia tak hanya menyuguhkan persaingan yang ketat, tetapi juga menghadirkan momen-momen mengundang tawa dari tepian tanggul.
Salah satu momen paling menyita perhatian terjadi dalam pertandingan ekshibisi yang mempertemukan Camat Larompong Selatan, Lurah Bonepute, Kepala KUA Larompong Selatan, beserta perwakilan panitia. Di tengah perjalanan, perahu yang ditumpangi Kepala KUA Larompong Selatan sempat terbalik. Kejadian itu sontak memicu riuh penonton, namun beruntung tak menimbulkan korban berkat kesiapan petugas dan perlengkapan keselamatan.
Panitia sejak awal telah menyiapkan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung dan petugas kesehatan yang bersiaga. Personel Polairud juga turut menjaga keamanan di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama perlombaan berlangsung.
Ketua Panitia Lomba Dayung, Ambo Ala, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda perdana yang digelar masyarakat. Meski baru pertama kali, antusiasme warga ternyata jauh melampaui ekspektasi. Keramaian itu pun turut membawa dampak positif bagi perekonomian warga sekitar, seiring ramainya pengunjung yang berbelanja makanan dan minuman dari pelaku UMKM di lokasi.
Camat Larompong Selatan, H Muh. Anshari Djafar,menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi alasan kuat agar kegiatan ini terus dilestarikan. Ia berharap lomba dayung tersebut dapat ditetapkan menjadi agenda tahunan Kecamatan Larompong Selatan.
Bagi warga, lomba dayung bukan sekadar soal siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Di tepian tanggul Bonepute, olahraga tradisional ini menjadi ruang berkumpul, hiburan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Suara dayung yang menghantam air berpadu dengan sorak penonton menciptakan suasana pesta yang tak terlupakan.
Sebagai kegiatan perdana, lomba dayung masyarakat Larompong Selatan sukses membuktikan bahwa olahraga tradisional mampu menyatukan semangat kebersamaan, kegembiraan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.


Tinggalkan Balasan