SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Assamaturu Tonasa Universitas Hasanuddin (Unhas) menghidupkan kembali greenhouse hidroponik milik PT Semen Tonasa di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Melalui Program Smartfarm, mahasiswa tidak hanya merevitalisasi greenhouse yang sebelumnya kurang terawat, tetapi juga memasang sistem pemantauan nutrisi otomatis yang dapat diakses melalui aplikasi berbasis web.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari kerja sama Unhas dan PT Semen Tonasa melalui Program Smartfarm.
Hasil pengembangan itu kemudian diperkenalkan dalam sosialisasi bertajuk “Sistem Pemantauan Nutrisi Greenhouse dan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)” di Pendopo Smartfarm Semen Tonasa, Jumat (7/8/2026) kemarin.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 16.30 Wita tersebut diikuti 14 peserta yang terdiri atas pekerja pengelola lapangan dan perwakilan PT Setra, Muhammad Arash Arisiah.
Koordinator Program Smartfarm, Ikrar Gempur Tirani, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk memaparkan hasil pengembangan yang dilakukan selama masa KKN-T.
“Tujuan sosialisasi ini adalah menjelaskan apa saja yang telah kami kerjakan selama KKN. Kami berharap semua yang telah kami bangun dapat dilanjutkan oleh pihak Tonasa dan memberi manfaat bagi semua, baik bagi kami maupun pihak Tonasa,” ujar Ikrar.
Salah satu hasil pengembangan mahasiswa adalah sistem pemantauan kepekatan nutrisi pada hidroponik.
Sensor dipasang secara permanen pada bak larutan nutrisi untuk mengukur kondisi larutan dan mengirimkan data secara berkala ke aplikasi berbasis web.
Aplikasi tersebut menampilkan grafik pemantauan, saran perawatan, serta pencatatan tindakan yang telah dilakukan. Rentang nutrisi juga dapat disesuaikan berdasarkan jenis tanaman.
Dalam pengembangan awal, kangkung dipilih sebagai tanaman percontohan karena memiliki masa panen yang relatif singkat.
Sebelum diterapkan di lapangan, tim Smartfarm terlebih dahulu memaparkan rencana kegiatan dan perkembangan program kepada Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Semen Tonasa.

Senior Manager of TJSL PT Semen Tonasa, Abbas, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengembangkan kembali greenhouse tersebut.
“Kami mengapresiasi inisiatif adik-adik mahasiswa dalam menghidupkan kembali greenhouse ini. Kami berharap sistemnya terus dikembangkan, mulai dari rekomendasi jenis tanaman beserta nilai investasinya, rincian anggaran greenhouse dan perangkat IoT, hingga rekomendasi perbaikan kualitas larutan nutrisi yang berbasis literatur, sehingga dapat menjadi rujukan pengelolaan ke depan,” kata Abbas.
Selain sistem pemantauan nutrisi, mahasiswa juga memperkenalkan pembuatan pupuk organik cair (POC) sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan lahan kebun Smartfarm.
Anggota tim KKN Smartfarm, Putri Amalia Nur Abdillah Tama, mengatakan kondisi lahan di kawasan tersebut memiliki tantangan karena berada di wilayah karst.
“Berdasarkan hasil observasi kami, kondisi tanah di kebun Smartfarm masih kurang ideal untuk ditanami karena lapisannya tipis, berbatu, dan rendah bahan organik,” ujar Putri.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim memperkenalkan pembuatan POC yang dinilai dapat diterapkan oleh pekerja lapangan.
Anggota tim KKN Smartfarm lainnya, Hebron Patintingan, mengatakan POC menjadi salah satu langkah untuk membantu memperbaiki kondisi tanah sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
“Pembuatan POC ini merupakan salah satu langkah pengolahan tanah agar lahan kebun dapat dimanfaatkan secara lebih optimal ke depannya,” kata Hebron.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai kondisi lahan kebun Smartfarm, pembuatan POC, penggunaan aplikasi pemantauan nutrisi, serta rencana pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi edukasi yang dapat dikunjungi masyarakat.
Setelah pemaparan materi, peserta meninjau langsung greenhouse dan perangkat sensor yang telah dipasang.
Salah satu peserta mengapresiasi materi yang diberikan, terutama terkait pembuatan POC. Namun, peserta berharap kegiatan serupa ke depan lebih banyak memberikan kesempatan praktik.
“Kami sangat mengapresiasi penyampaian materi yang telah diberikan, namun kami berharap ke depannya kegiatan seperti ini dapat lebih banyak diarahkan pada sesi praktik langsung pembuatan pupuk organik cair, mulai dari pemilihan bahan, proses fermentasi, hingga cara pengaplikasiannya,” ujar peserta tersebut.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Assamaturu Tonasa berharap sistem yang telah dikembangkan dapat tetap dioperasikan setelah masa KKN berakhir.
Keberlanjutan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi PT Semen Tonasa sekaligus membuka peluang pemanfaatan kawasan Smartfarm sebagai sarana edukasi pertanian bagi masyarakat sekitar.
Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-2 tentang Tanpa Kelaparan dan tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.


Tinggalkan Balasan