SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam (YDPI) PT Semen Tonasa menggelar Wisuda Perdana Santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) binaan YDPI. Kegiatan berlangsung di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Kamis (09/07).

Sebanyak 173 santri mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur’an di TPA binaan tersebut.

Kegiatan dihadiri Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis, Ketua YDPI PT Semen Tonasa H. Ilyas HM, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangkep H. Ramli Rasyid, Ketua UPZ PT Semen Tonasa Arham Aras, jajaran pengurus YDPI, para pembina, pengurus KIKST, pembina TPA, serta orang tua santri.

Ketua YDPI PT Semen Tonasa, H. Ilyas HM, menyebut wisuda ini diselenggarakan untuk pertama kalinya sebagai bentuk penghargaan atas kesungguhan santri sekaligus upaya meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan Al-Qur’an.

“Sebanyak 173 santri diwisuda berasal dari tiga lokasi, yaitu TPA Annisa 94 santri, TPA Bungoro Indah 20 santri, dan TPA Tonasa 1 sebanyak 59 santri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan YDPI saat ini membina 70 TPA yang tersebar di wilayah Tonasa 1, Tonasa 2, dan Bungoro. Sebanyak 65 TPA telah menerapkan metode Iqra, sedangkan lima lainnya masih menggunakan cara tradisional.

Selama empat tahun terakhir, YDPI rutin melakukan pengawasan dan evaluasi. Program pengembangan juga dijalankan lewat peningkatan kompetensi pembina, penilaian proses belajar, serta berbagai pelatihan guna menjamin mutu pendidikan.

“YDPI berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan. Harapannya, TPA binaan terus berkembang dan melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta mencintai Al-Qur’an,” ujar Ilyas.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Tonasa Anis menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an lebih dalam.

“Ini hanya tanda selesai belajar di TPA. Yang terpenting adalah terus memahami maknanya dan tidak berhenti sampai di sini,” tegasnya.

Menurut Anis, tantangan ke depan semakin kompleks seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antara perusahaan, pemerintah, lembaga pendidikan, dan orang tua untuk membentuk generasi yang tidak hanya pandai membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.

“Pembinaan harus dimulai sejak dini dengan pendekatan yang lebih modern agar pendidikan di TPA tetap relevan dan berkualitas,” tambahnya.

Ia berharap momen ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi santri dan keluarga untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Melalui kegiatan ini, YDPI PT Semen Tonasa menegaskan perannya dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus menjadi wujud kontribusi perusahaan menciptakan masyarakat yang religius, berakhlak, dan berdaya saing.